Monday, 21 March 2016

Merasa di Zolimi oleh Penyalur PT Srikandi Inti Lestari, Sicurity BCA cabang Batam, Datangi Dewan

Aman.S.pd (Kanan) tengah membaca surat dari pekerja Sicurity BCA di Gedung Dprd Kota Batam, Senin (21/3/2016).
Batam, Dinamika Kepri - Sebanyak belasan orang perwakilan dari Sicurity yang bekerja di bank BCA cabang Batam, Senin, (21/3/2016) mendatangi Kantor Dprd kota Batam, guna mengadukan nasibnya ke Komisi IV, karena menurut mereka, haknya sebagai pekerja telah di permainkan alias di Zolimi dengan cara Diskriminasi oleh penyalur PT.Srikandi Inti Lestari (SIL) yang berlamat di jalan Imam Bonjol Nomor 13, Kampung Utama, Nagoya Batam, Kepri.

PT.Srikandi Inti Lestari(SIL) adalah salah satu penyalur (Our Soursing) tenaga kerja khusus Sicurity di Bank Central Asia (BCA) cabang Batam. Dan perusahaan penyalur ini berkantor pusat, di Medan.

Kedatangan belasan pekerja pengaman BCA ini di sambut Aman S.pd dari komisi II Dprd Kota Batam lantaran anggota di komisi IV tidak ada Dewannya. informasi yang diterima media ini, kalau sebagian anggota komisi IV, lagi hijrah melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Bali.

Dalam pertemuan para sicurity dengan Aman diruangan fraksi Hati Nurani Bangsa, Aman tampak serius mendengarkan seluruh keluh kesah dari mereka. usai iti kata Aman bahwa perlakuan dari pihak penyalur tersebut, sudah sangat semena- mena dan tak pantas ada di Batam.

"Jika memang seperti itu kenyataannya, Ya itu harus ditindak, namun sebelum itu dilakukan, alangkah baiknya semua hak-hak dari pekerja terlebih dahulu harus diberikan. Ya..kita akan meminta pemerintah untuk menindaknya. karena yang seperti itu tidak pantas ada di Batam." kata Aman kepada media memastikan.

Kepada media, belasan Pekerja sebagai Sicurity tersebut mengatakan bahwa haknya sebagai pekerja telah dirampas oleh penyalur PT Srikandi Inti Lestari karena telah membuat aturan sesuka hati dan tidak tunduk pada aturan pemerintah tentang ketenaga kerjaan.

" Hak kami telah dirampas, Uang Cuti di hapus, uang lembur tidak ada, Bahkan sistem gaji yang kami terima saat ini masih UMK aturan yang lama. Dan yang paling anehnya lagi sebagian dari kami juga ada yang di mutasi keluar daerah Batam tampa ada pemberitahuan lebih dahulu.  Selain itu, sebelumnya sebanyak 4 orang dari kami, juga telah dilaporkan ke polisi karena dituduh melakukan perusakan meja di kantor Srikandi, padahal itu tidak pernah kami lakukan, kondisi mejanya sendiri yang sudah rusak namun berani menuduh kami merusaknya, Bahkan kami juga tahu tujuannya dari pak Gazali itu, hanya untuk balas dendam pada kami kareba tidak menerima semua aturan- aturan yang katanya itu aturan dari pusat. Pak Gazali yang mengundang kami ke kantor, untuk menghargainya, kami datang dan sesudah itu kami dilaporkan ke polisi atas tuduhan perusakan. Kami tahu Pak Gazali membuat masalah agar kami bisa pecat dari PT. Srikandi. " kata mereka bergantian menuturkan kepada media.

Terang mereka lagi, katanya sebelum ke Dprd Kota Batam, ternyata para sicurity tersebut juga sebelumya juga telah melaporkan hal aneh itu ke Dinas Tenaga Kerja Kota Batam. Namun setelah ditunggu lama, tidak sampai saat ini ada tanggapan.(Ag)

Editor : Agus Budi T