Wednesday, 9 March 2016

Maraknya bangunan di Buffer Zone, Gintayono Batong : Enggak boleh saling menyalahkan, Intinya ayo kita saling terbuka

Gintayono Batong.
Batam, Dinamika Kepri- Banyaknya bangunan liar parmanen seperti Hotel, Rumah Toko dan Angkringan diatas lahan Buffer zone di Batam saat ini, ternyata telah menjadi beban berat bagi Pemerintah kota Batam untuk menertibkannya.

Pasalnya disetiap ada kebijakan untuk melakukan penertiban, pasti ada riaknya. Padahal masih rencana, Namun para pedagang kaki lima (PK5) sudah melakukan penolakan. hingga mendemo Bp Batam. Jika sudah begini, siapa yang salah, siapa yang benar, Pemko Batam atau BP Batam ?, Jawab Gintayono Batong, Mantan Distako kota Batam, katanya, enggak boleh saling menyalahkan.

"Oh.. Enggak boleh saling menyalahkan. ayolah kita sama-sama saling terbuka. Ya..harapnya kalau boleh dari mulai sekarang ini, semuanya bisa lebih terbuka, dan tidak ada lagi yang perlu ditutupi. Apalagi sudah dibawah  kepemimpinan Pak Rudi nanti dan itu sudah komit dari Pak Rudi, Nantinya satu digit pun penggunaan anggaran APBD  harus dibuka. jadi ini tidak main-main." Tegas  Gintayono kepada media usai melakukan pertemuan dengan Asosiasi PK5 di komisi I Dprd Kota Batam, (1/3/2016) lalu.

Terkait adanya beberapa bangunan liar parmanen seperti Hotel diatas Buffer zone disekitaran Nagoya di zaman ketika duduk masih di Distako kota Batam, salah satunya seperti Hotel Ahai, Gintayono menjawab, bukan dirinya mengeluarkan IMB nya. Ia juga mengaku kalau sudah 4 tahun ini tidak pernah lagi mengeluarkan bentuk izin apapun.

"Kalau itu di zaman saya, coba tanya ! itu izinnya saya enggak yang mengeluarkannya, ya kalau itu memang menyalahi, adukan saja kepengadilan. jadi intinya, Kalau semua sudah terbuka, pasti tidak akan ada lagi masalah. " ucapnya kepada media.(Ag)

Editor : Agus Budi T