Saturday, 12 March 2016

Hary Tanoesoedibjo : Secara makro Indonesia terbangun cukup baik, Tapi secara pemerataan, Kurang baik

Dumai, Dinamika Kepri - Indonesia selama ini sudah mencapai pertumbuhan ekonomi yang lumayan baik, hanya itu belum mampu menyejahterakan rakyat karena distribusinya yang tidak tepat.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih bertumpu kepada masyarakat menengah ke atas yang jumlahnya hanya sekitar 30%. Adapun masyarakat menengah ke bawah tidak tersentuh oleh dampak pertumbuhan sehingga kehidupan ekonomi mereka tertinggal.

"Secara makro Indonesia terbangun cukup baik, tapi secara pemerataan kurang baik. Pertumbuhan ekonomi tertumpu pada 30% masyarakat menengah ke atas, sementara 70% masyarakat ekonomi lemah tertinggal," kata Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (HT) saat menyampaikan pidato pada rapat koordinasi, verifikasi internal, dan pelantikan DPC Perindo seDapil 1 Riau, di Dumai, Jumat, (11/3/2016).


Di depan kader, HT mengatakan, Indonesia harus segera mengubah strateginya. Masyarakat menengah ke bawah harus tumbuh lebih cepat dari me nengah ke atas. Kalau masyarakat menengah ke bawah naik kelas, jumlah masyarakat menengah ke atas akan meningkat.

"Artinya, makin banyak masyarakat yang meng gerak kan perekonomian sehingga ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih cepat," ujarnya.

Karena itu, untuk menggerakkan perekonomian masyarakat menengah ke bawah, Perindo fokus memberikan bantuan kepada program usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Perindo membuat program terkait UMKM yang bersentuhan dengan petani dan nelayan karena merekalah yang harus dibantu," ujarnya. Pada kesempatan itu, HT kembali menanamkan visi, misi dan basis perjuangkan partai kepada seluruh kader.

Dia menjabarkan kehadiran Perindo untuk tujuan yang spesifik yaitu mewujudkan Indonesia menjadi bangsa yang makmur. Tujuan itu tertulis dengan jelas dan tegas di dalam UUD 1945, yakni mewujudkan bangsa Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur.

“Perjuangan Perindo secara konkret mempercepat Indonesia menjadi negara maju,” tegas HT.

Dengan menjadi negara maju, kata dia, negara bisa membantu masyarakat yang ke kurangan dengan baik. Se perti pendidikan berkualitas gratis hingga perguruan tinggi, fasilitas kesehatan gratis dan lain sebagainya. Untuk menjadi negara maju pendapatan perkapita negara minimal sebesar USD12.000. Sementara pendapatan perkapita Indonesia berada dikisaran USD3.400.

"Kami baru dari Malaysia beberapa waktu lalu dan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri di sana. Mereka pada tahun 2020 akan masuk menjadi negara maju," tuturnya.

Selain di Dumai, kemarin HT juga melantik 82 DPC Perindo se Dapil 2 meliputi lima kabupaten, yakni Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuansing, Pelalawan, dan Kampar di Indragiri Hulu kemarin.

Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto yang membuka acara pelantikan di Dapil 2 Riau ber harap HT dapat mewujudkan cita-cita membawa Perindo menjadi partai yang besar dan kuat.

" Tentunya beliau (HT) diharapkan diberikan kesehatan dan kekuatan untuk membesarkan Perindo ke depan," kata Yopi.

Sementara itu, Ketua DPW Perindo Riau, Ahmi Septari mengatakan, kepengurusan DPW Riau telah siap mengabdikan diri kepada masyarakat untuk berjuang mewujudkan Indonesia sejahtera sebagaimana dicita-citakan. Dia siap bekerja keras memenangkan Perindo di Pemilu 2019 mendatang.

" Kunci untuk membesarkan Perindo yang kita cintai ini adalah kebersamaan. Kita tunjuk kan kepada rakyat, kinerja kita untuk menyejahterakan Indonesia. Kita akan tunjukkan kerja keras kita bukan janji belaka," ujarnya.

Sumber: Koran-Sindo


loading...