Wednesday, 23 March 2016

Hacker atau Cracker ? Ini dia hukuman bagi seorang pembobolan situs milik orang lain

ilustrasi, sumber gambar Via trisulistiono.wordpress.com
Batam, Dinamika Kepri - Perkembangan Jaringan Internet saat ini tentunya tidak perlu dibahas lagi, itu cerita lama jika masih di buat menjadi topik. Di artikel ini  bukan membahas itu melainkan untuk menuliskan  meluruskan Informasi yang mungkin sudah tersesat selama ini. pasalnya di setiap ada kerusakan sistem pada akses internet dari milik seseorang, selalu disebut kena hacking atau telah dikerjain oleh Hacker. Padahal itu tidak benar, itu tuduhan yang salah sebab Hacker sejati, tidak akan pernah melakukan hal-hal seburuk itu.

Perlu diketahui, Hacker adalah sebutan untuk orang atau sekelompok orang yang memberikan sumbangan yang bermanfaat baik untuk dunia jaringan dan sistem operasi, membuat program bantuan untuk dunia jaringan dan komputer.Hacker juga bisa di kategorikan perkerjaan yang dilakukan untuk mencari kelemahan suatu system dan memberikan ide atau pendapat yang bisa memperbaiki dari kelemahandaru sistem yang ditemukannya.

Beda dengan Cracker, Cracker  adalah sebutan bagi seseorang yang bisa dikatakan berkemampuan sama dengan Hacker, Istilahnya itu sama seperti penganut Ilmu ghaib, ada ilmu putih dan ada ilmu hitam.

Para Hacker menyebut sebutan Cracker karena kerap melakukan aksi jahat mencari keuntungan dari sistem yang dimasukinya dengan, mencuri data, melakukan penghapusan data, mengacak-acak sistem yang di masuki dan ada banyak lagi yang bisa dilakukan tergantung dari kemauan Cracker itu sendiri.

Biasanya hal ini terjadi bukanlah karena kemauan dari Crackernya itu sendiri ada dugaan mereka melakukan hal tidak terpuji itu karena di imingi pesanan-pesanan dari kepentingan. Dan bukan membela, Cracker itu juga tahu apa yang sudah di lakukkannya, Namun mereka yang melakukannya kerap dengan terpaksa.

Informasi yang diketahui media ini menyebutkan bahwa Para Hacker itu dasarnya adalah Para IT,  Kabarnya lagi Para Hacker juga sangat kompak di dunia maya walaupun sesama mereka tidak saling mengenal antara satu sama lain. mereka sangat menghargai karya IT yang lain. Bahkan mereka juga saling berbagi ilmu pengetahuannya masing-masing. Kendati sesama mereka kompak, bukan berarti tidak ada yang jahil.

Maka dari itu untuk pencegahan dan sangsi bagi yang jahil-jahil, pemerintah RI mengeluarkan Undang-Undang No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dimana dalam, Pasal 30 dan Pasal 46 dituangkan,

Pasal 30.

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik milik Orang lain dengan cara apa pun.

(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.

(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan.

Pasal 46.

(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 600.000.000 (enam ratus juta rupiah).

2) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp700.000.000 (Tujuh ratus juta rupiah).

3) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (Delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800.000.000 (Delapan ratus juta rupiah).

Editor : Agus Budi T
Di kutip dari berbagai Refrensi