Monday, 28 March 2016

Gelper sulit di basmi, Kenapa? Ini rahasianya

Tampak puluhan pemain Gelper di 21 Game House, Winsor, Nagoya, Batam, digrebek polisi, Kamis(24/3/2016) lalu. Sebanyak 78 orang diamankan dari Gelper ini.
Batam, Dinamika Kepri- Menang ketagihan, kalah penasaran. Itulah istilah kata yang pantas ditujukan kepada orang yang hobi bermain judi.

Bermain judi, ya..selain mengharapkan adanya peruntungan, kemahiran dan kelihaian bermain, juga sangat berperan. Jika permainannya dengan cara manual, tentu ada peluang meraih kemenangan.

Permainan judi yang dimaksud dengan manual yaitu seperti bermain judi dengan kartu, dadu, sabung ayam dan Domino. Petmainan ini tentunya membuat pemain masih dapat memiliki peluang menang.

Beda dengan berjudi dengan menggunakan mesin ketangkasan atau yang disebut Gelanggang permainan (Gelper) yang saat ini marak di Batam.

Berjudi dengan melawan mesin yang sudah diprogram, tentu jelas tipis harapannya untuk menang. Mengapa? Jika kita berpikir logika, tentunya tidak masuk akal, bagaimana mungkin peruntungan bisa menang melawan mesin yang sudah di program.

Sebagian orang memang ada yang sudah mengetahuinya, namun karena sudah hobinya, tetap saja dilakukannya. Katanya buang suntuk.

Terkait legalitas Gelper ini, kedengarannya masih samar-samar alias abu-abu, Pasalnya hal ini menyangkut penerapan dan penegakan UU pasal 303 tentang perjudian di negara ini.

Kendati katanya ada izin dan ada yang tidak berizin, prakteknya sama, tetap terindikasi praktek judi.

Bahkan untuk mengelabui petugas, berbagai macam cara telah dilakukan oleh pengelola Gelper untuk menutupi kedoknya. Namun tetap saja ketahuan.

Modusnya juga bermacam variasi, dari mulai memajangkan hadiah-hadiah berupa barang seperti barang elektronic, prabotan bahkan ada juga boneka. Padahal yang bermain gelper semua orang dewasa.

Selain itu hadiahnya juga ada yang memakai media rokok. Hadiah rokok ini diberikan kasir gelper ketika pemain sebutkab kata Cansel.

Jumlah Koin yang di cansel akan diakumulasikan dan ditukarkan hingga menjadi beberapa jumlah slop rokok.

Jika pemain ingin diuangkan, biasanya rokok itu dibawa keluar dari lokasi gelper lalu ditukar di warung depan untuk menghindari praktek judinya.

Dan yang paling aneh lagi, pantuan media ini ada salah satu Gelper dibilangan Top 100 Batu Aji, terlihat setiap harinya, selalu terlihat ada beberapa anak yang rutin bermain di lokasi gelper.

Keberadaan anak-anak itu diduga disengaja pengelola untuk meneletralisir menunjukan bahwa usahanya murni permainan anak.

Padahal jelas terlihat disitu ada mesin Poker dan Doraemonnya padahal kedua mesin ketangkasan itu dilarang untuk digunakan karena kedua mesin gelper tersebut masuk dalam kategory mesin siluman.

Terkait sadisnya mesin gelper siluman yang dapat di program tergantung selera tersebut, kata seseorang yang mengaku sudah terpuruk akibat candu bermain gelper." Lobang koinnya kecil tapi rumah bisa masuk.

"Memang lobang koinnya kecil, tapi jika tidak bisa menahan diri, rumah, mobil, motor dan apapun yang bisa dijual akan masuk kedalamnya. Jadi jangan coba-coba untuk mencobanya. Awalnya kita akan dikasih menang, selanjutnya lalu kehancuran, namanya juga mesin Siluman, Menang ketagihan kalah penasaran. Lagian mana orang yang buka usaha mau rugi. Selagi ada kesempatan, gas terus." kata yang enggan menyebut namanya di tulis.

Mesin siluman ini ternyata ada beberapa jenis unit antara lain, poker, Doraemon dan Paman.

Sebenarnya ketiga jenis game permainan ini tidak diperbolehkan oleh Badan penanaman modal kota Batam selaku pemberi izinnya dari pemko Batam.

Kendati katanya dilarang, Namun larangan itu tidak diterapkan di dalam aturan yang dikeluarkan. Kesannya seperti menyuruh, pandai-pandailah bermain.

Terang saja memang, jika  pelaku usaha Gelper tidak mengoperasikan ketiga jenis mesin itu. Jelas tidak ada untungnya. Jangankan untung balik modal aja susah. Akibatnya banyaklah Gelper bermunculan.

Keuntungan membuka usaha gelper disebut sangat menjanjikan keuntungannya sangat besar apalagi jika lokasi gelper itu stragis seperti di daerah kota seperti Nagoya dan Jodoh. Dipastikan perputaran uang di gelper tersebut seharinya bisa mencapai Ratusan juta rupiah.

Apalagi seperti Gelper di lokasi sekitar Hourbour bay yang setiap harinya selalu penuh dengan pemain, seharinya ditaksir bisa mendapat perputaran uang  mencapai miliaran rupiah.

Apalagi di hari Sabtu dan minggu, tentu peningkatan perputaran uang di arena gelper tersebut, akan bertambah dari hari biasanya.

Sebagaimana diketahui, setiap pengelola gelper manapun, tidak akan pernah merugi jika pemainnya selalu ada. Tidak ada cerita kalah sebab semua mesin yang digunakan sudah di program tergantung selera pengelolanya.

Tidak akan merugi karena dari mainnya sistem persentase, 80-20, 70-30 atau 60-40, artinya jika pemain kalah Rp 1 juta yang diberikan mesin cuma Rp 200 ribu, itu jika memakai sistem 80-20. Namun Biasanya gelper yang menggunakan sistem ini, akan sepi pengunjung.

Nah jika perputaran uangnya mencapai miliaran sehari, bisa dihitung berapa keuntungan yang diproleh oleh setiap pengelola gelper perharinya.

Melihat perhitungan itu,  usaha gelperpun menjamur marak dimana-mana. Mengapa dilakukan? tujuannya untuk meraup keuntungan. Walau buka sehari dua hari, jelas terasa untungnya.

Jangankan illegal, legalpun dilakukan orang untuk membuka usaha gelper tersebut. Berbagai usaha dilakukan orang untuk mendapatkan izinnya. Bukan tidak mau mengurus, cuma saat ini Walikota Batam sudah membatasinya.

Walau biayanya pengurusan izin gelper itu katanya bisa mencapai ratusan juta. Itu tidaklah masalah, yang penting keluar izinnya. Sebab itu tidak seberapa jika di hitung dari untungnya. Pertanyaanya, mengapa gelper kerap buka- tutup? Diduga karena ada banyak kepentingan disana.(Ag)

Editor :Agus Budi T