Friday, 25 March 2016

Gelper di Batam Buka -Tutup, Kenapa? ini penelusurannya


Batam, Dinamika Kepri - Gelanggang Permainan (Gelper) adalah suatu permainan yang menggunakan mesin ketangkasan yang di Izinkan oleh Pemerintah kota Batam melalui Badan Penanaman Modal (BPM). Selain BPM, Perizinan izin oprasi Gelper ini juga di tanda tangani oleh Dinas Perindustrian serta diketahui oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Batam.

Maraknya Gelper di Batam memang sebagian dari mereka pengusahannya, ada yang telah mengantongi izinnya dan sebagiannya lagi tidak ada izin sama sekali alias modal nekat. 

Ketika ditanya media tentang legalitas usahanya, Tak jarang melalui perintah bosnya, kepada media penjaga Gelper mengatakan, " Izinya ini " sembari menunjukan perutnya.

Haha..Izin usahanya di perut. maksudnya dari pada enggak makan. Padahal usaha buka gelper adalah usaha untuk cari kaya. Namun itulah trik bosnya. Pekerja Gelper selalu menjadi umpannya bahkan untuk pasang badan jika terjadi suatu permasalahan atas usahanya.

Penelusuran media, benar atau tidaknya info ini, ternyata untuk mendapatkan izin usaha buka Gelper dari pemerintah kota Batam itu katanya bahwa setiap pengusaha yang ingin mendapatkan izin usaha gelper bisa mengeluarkan biaya hingga mencapai ratusan juta  yang izin berlakunya cuma setahun.

Selain sulitnya mendapatkan izin karena biayanya dinilai pengusaha terlalu besar, ternyata penempatan lokasi usaha juga termasuk faktor pendukung usaha. ada yang sudah memiliki izinya. namun lokasi usahanya tidak mendukung. akibatnya ada pengusaha Gelper menghentikan usahanya.

Hitung-hitung sedikit untuk mengambalikan modal, sesama pengusaha kabarnya juga ada yang melakukan pijam pakai perizinan kepada pengusaha gelper yang tidak memiliki izin. Lokasi beda namanya pun beda namun berani memakai izin atas nama orang lain. akibatnya jadi bermasalah. Maka tidak heran jika setiap harinya ada saja Gelper yang di tindak Petugas.

Seperti Gelper 21 Game House yang beralamat di Winsor, Nagoya, Batam. Gelper ini baru 2 hari beroperasi tetapi sudah langsung digrebek Polisi pada hari Kamis, (24/3/2016) lalu. Dalam penggrebekan ini Polisi berhasil mengamanka sebanyak 78 orang yang terdiri dari Penjaga, kasir dan pemain.

Penggerbekan gelper 21 Game House yang di pimpin oleh Kabag Ops Polresta Barelang, Kompol Deden ini kepada media ia mengatakan, Penggrebekan dilakukan karena ada indikasi tindak perjudian.

Gelper, 21 Game House adalah salah satu dari sekian banyaknya Gelper yang ditindak polisi.Walau sudah kerap di tindak bukan berarti gelangang permainan mesin ketangkasan ini bisa muda dihapus begitu saja. mengapa diduga ada banyak orang yang berkempentingan bermain dilingkupnya.

Masalah Gelper adalah bukan masalah baru di Batam, pasalnya dari mulai sejak tahun 2001 lalu perseteruan tentang presepsi dan asumsi Gelper ini sudah ada. Endingnya sebentar buka sebentar lagi tutup, itulah yang terjadi hingga saat ini. tidak ada kepastian hukumnya. Tetapi bagaimana ada pastinya jika praktek nyatanya terindikasi melanggar melanggar Pasal 303 tentang perjudian?

Mungkin Instansi lain dapat mengaminkannya demi peningkatan pendapatan daerah, Namun jangan harap bisa berkompromi dengan penegak hukum (Polisi=red), pasalnya siapapun yang telah melanggar aturan yang berlaku di Negara ini, akan ditindak tampa pandang bulu, kecuali yang melakukannya sudah kebal hukum, mungkin lain ceritanya.

Bagi masyarakat Sipil UU yang berlaku mungkin beranggapan itu hanya ada diatas kertas, Beda dengan para penegak hukum, UU tersebut nyata harus dijalankan dan ditegakkan.(Ag)

Editor : Agus Budi T