Wednesday, 30 March 2016

Bayi kembar siam dempet perut lahir di rumah sakit Camathia Sahidya, Ayah bayi sedih saat RS Awal Bross minta jaminan Rp 40 Juta

Bayi kembar siam dengan kondisi perut dempet
Batam, Dinamika Kepri - Biasanya jika istri akan melahirkan anak, si suami tentunya akan merasa bahagia, namun beda yang terjadi kali ini, dimana si suami sedih pasalnya si istrinya melahirkan anaknya dengan kembar dempet di bagian perut.

Pada Rabu sore, (30/3/2016), Pihak  rumah sakit Camathia Mukakuning telah berhasil melakukan operasi persalinan terhadap wanita muda bernama Warmin Bahrudin.

Warmin Bahrudin warga Bengkong Nusantara, Kecamatan Bengkong. ini melahirkan bayi  kembar dengan cara operasi caesar di rumah sakit Camathia Sahidya, Mukakuning, Batam.

Bayi kembar siam jenis kelamin perempuan ini, lahir selamat dengan  berat 4,6 kilogram dengan kondisi dempet di perut. Kini bayi kembar siam itu tengah dalam perawatan intensive dokter rumah sakit Camathia Mukakuning.

Kendati bayi malang ini dilahirkan dengan selamat, namun pihak rumah sakit tidak dapat melakukan operasi pemisahan kedua bayi untuk selanjutnya, alasannya karena peralatan di rumah sakit Camathia Sahidya itu, tidak memadai dan harus dirujuk ke rumah sakit Awal Bross.

Kepada media, Dokter yang menangani sang bayi, Fauzi Maridin mengatakan, saat ini kondisi sang bayi dalam keadaan sehat. Namun masih memerlukan perawatan intensive. dan untuk operasi pemisahan katanya harus di rujuk kerumah sakit yang memiliki peralatan lengkap seperti rumah sakit Awak Bross.

" Sang bayi dalam kondisi  keadaan sehat. Namun masih memerlukan perawatan intensive dan rencananya akan dirujuk ke rumah sakit Awal Bros Batam, dimana mengingat peralatan di rumah sakit ini, tidak memiliki peralatan yang memadai." kata Fauzi Maridin, Dokter kandungan rumah sakit Camathia Sahidya.

Sementara itu Junaidi orang tua laki- laki dari sang bayi kembar siam tersebut, mengaku dirinya cukup sedih dengan kelahiran anak pertamanya dengan tidak kondisi yang tidak normal.

Tidak sampai disitu, kesedihan Junaidi semakin bertambah  ketika pihak rumah sakit Awal Bros  meminta uang jaminan sebesar Rp 40 kepadanya.

Melihat kondisi demikian, akibatnya Junaidi  tidak dapat berbuat apa-apa, Ia terlihat pasrah dan berharap ada pihak bermurah hati yang dapat membantu kesusahannya dalam membiayai perawatan anak kembarnya yang saat masih terbaring dirumah sakit. (Ln)

Editor : Agus Budi T