Monday, 28 March 2016

Akibat gelagatnya yang mencurigakan, Warga Malaysia ini ketahuan bawa ekstasi 3000 butir yang dilakban di kakinya

Abien P Widodo, KKPBC Tanjung Balai Karimun tengah memberikan keterangan Kepada Media usai penangkapan, Tampak pelaku posisi di belakang memakai baju tahanan warna biru, Nomor 04 sedang dikerumni awak media. Senin, (28/3/2016). Foto/dok : Lamhot. N

Tanjung Balai Karimun, Dinamika Kepri-Sebanyak 3000 butir ekstasi berhasil diamankan oleh Petugas Bea Cukai KPPBC Tanjung Balai Karimun, Kepri dari tangan pelaku di Terminal Ferry Kedatangan Internasional Tanjung Balai Karimun, pada Senin siang, (28/3/2016).

Barang haram tersebut dibawa dari Malaysia diduga akan diedarkan di tempat hiburan yang ada di Tanjung Balai Karimun . pelaku ini terlihat lihai dalam aksinya, pasalnya untuk mengelabui petugas, Ribuan barang haram 3000 butir exstasi itu sengaja dibungkusnya dengan kemasan makanan ringan lalu dilakban dibagian kakinya.

Ternyata, selain jaringan narkoba antar negara, tersangka ini juga diketahui sebagai seorang residivis pelaku pembunuhan di Negeri jiran negara Malaysia. Dalam penangkapan ini, dari tangan pelaku, petugas Bea Cukai KPPBC Tanjung Balai Karimun berhasil mendapati sebanyak 3000 butir ekstasi.

Sebelum penangkapan, kapal yang ditumpangi pelaku datang dari Kukup Malaysa, setelah tiba di Tanjung Balai Karimun, Pria yang berusia 27 tahun itu turun dari kapal ferry yang di tumpanginya. Namun setelah masuk ruangan pelabuhan dan hendak melintasi mesin X-ray, gelagat terlihat sangat mencurigakan bagi petuas yang berjaga.

Merasa telah mencurigakan, Ia pun terpaksa diamankan petugas. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku beranisial IK ini, ternyata benar dugaan petugas. Kalau Pelaku telah melanggar hukum dengan membawa ribuan Pil exstasi yang sengaja dilakbannya dibagian kakinya. Dan setelah pelaku pun langsung diserahkan ke polisi

“Usai diamankan petugas Bea Cukai, pelaku langsung diserahkan ke polisi yakni kesatuan Narkoba Polresta Tanjung Balai Karimun untuk dilakukan pemeriksaan.  Dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku tersebut adalah warga Johor baru, Malaysia. Selain itu pelaku adalah seorang residivis yang baru saja bebas dari penjara, akibat kasus pembunuhan.”  Terang Abien P Widodo, KKPBC Tanjung Balai Karimun, Kepada Media.

Dan saat ini, pelaku masih diperiksa di Polresta  Tanjung Balai Karimun guna mempertanggungkan jawabkan perbuatannya. Atas perlakuan pelaku ini, Ia akan dikenakan  pasal  113 tentang Narkotika   dengan ancaman  hukuman mati. (Ln/Ag)

Editor : Agus Budi T


loading...