Friday, 25 March 2016

Ada apa di Wilayah laut Natuna, Mengapa banyak Negara lain ingin menguasainya? Ini Penjelasan

Peta Natuna.
Natuna, Dinamika Kepri- Ada apa di Wilayah laut Natuna, Mengapa banyak Negara lain ingin menguasainya? Ini Penjelasan. Natuna, atau Kabupaten Natuna, adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia.

Natuna adalah merupakan kepulauan paling utara di selat Karimata. Melihat dari letak posisinya, Di sebelah utara, Natuna berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja, di sebelah selatan berbatasan dengan Sumatera Selatan dan Jambi, di bagian barat dengan negara Singapura, Malaysia, Riau dan di bagian timur dengan Malaysia Timur dan Kalimantan Barat. Selain itu, Natuna juga berada pada jalur laut pelayaran internasional Hongkong, Jepang, Korea dan Taiwan.

Bahkan Kabupaten ini juga terkenal dengan penghasil minyak dan gas bumi. Cadangan minyak bumi Natuna diperkirakan mencapai 1. 400.386.470 barel, sedangkan gas buminya mencapai 112.356.680.000. Barel.

Namun kini pulau Natuna santer diberitakan di media akibat adanya salah satu negara yaitu negara Tiongkok telah mengklaim sebagian laut Natuna adalah milik mereka hingga membuat keutuhan NKRI jadi terusik.

Selain mengklaim yang dimaksud, Tiongkok juga melakukan pelanggaran hukum tehadap nelayan indonesia dengan menabrakan Kapal patrolinya ke kapal nelayan indonesia padahal saat itu posisi kapal nelayan indonesia masih berada posisi di perairan laut indonesia.

Ditambah lagi banyaknya ABK Kapal milik Tiongkok yang ditangkap petugas indonesia karena telah mencuri ikan di wilayah perairan Natuna. Jelas Hal ini tidak biaa diterima begitu saja oleh pihak Tiongkok akibatnya membuat sistuasi di lautan Natuna menjadi semakin memanas.

Apa lagi adanya tindakan aparat kapal keamanan laut China yang menghalangi petugas Indonesia untuk mengamankan kapal Kway Fee 10078 yang diduga melakukan illegal fishing, di Perairan Natuna, jelas telah melanggar Konvensi PBB tentang Hukum Laut.

Dikutip dari media nasional kompas.com yang memuat pernyataan dari Intan I Soeparna yaitu seorang pengajar Departemen Hukum Internasional Universitas Airlangga, Surabaya, lulusan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung, dan memegang gelar Doktor dari Vrije Universiteit Brussel, Belgia, pada hari Kamis (24/3/2016) lalu menuturkan, bahwa Berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) Negara Indonesia memiliki hak berdaulat atas laut teritorial dan ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif).

Kini Jumat, (25/3/2016) Perairan Natuna kembali memanas usai penangkapan kapal nelayan milik Tiongkok oleh pemerintah Indonesia. Kondisi memanas setelah pemerintah Tiongkok mengklaim bahwa nelayannya masih berada di wilayah teritorial Laut China Selatan.

Mengenai sengketa batas laut yang sudah memanas ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Kelautan, Perikanan Susi Pudjiastuti berjanji akan membawa persoalan ini ke Perserikatan Bangsa-bangsa‎ (PBB).

Natuna, Ya Pulau terdepan milik Indonesia di kepulaun Kepri (Kepri) yang banyak menyimpan sumber daya alam. selain menyimpan banyak kandungan minyak dan gas alam, hasil perkinannya, juga melimpah. Maka tidak heran jika banyak pihak luar berusaha kerap mengkelaim Zona laut Natuna adalah sebahagian milik mereka.

Berbagai upaya negara lain lakukan untuk mendapatkannya, namun tidak pernah berhasil karena Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga Mati.(Ag)

Editor : Agus Budi T