Wednesday, 24 February 2016

Walau hujan mengguyur pendemo tetap semangat, Ribuan warga berunjuk rasa kutuki BP Batam

Batam, Dinamika Kepri-Ribuan Masyarakat Batam datang berbondong-bondong melakukan unjuk rasa ke Kantor BP Batam, Rabu (24/2/2016), untuk mengutuki BP Batam, serta mempertanyakan status lahan yang berada di Baloi kolam yang saat ini, sedang dikuasai dan telah dimatangkan oleh salah satu pengembang di Batam,  yang mana menurut mereka lahan tersebut, adalah hutan lindung.

Selain itu, masyarakat juga meminta agar  presiden RI, Jokowi dapat membatalkan aturan alih fungsi hutan lindung, dan bila perlu segera membubarkan BP Batam.

Membatalkan perubahan nama BP Batam menjadi KEK. Kata pendemo apapun nama BP Batam sama saja, itu hanya modus, dan tetap mainkan lahan dan pembodohan bagi masyarakat.

Menurut pendemo, BP  Batam itu hanya sebuah intansi dengan sekumpulan para mafia tanah yang dipelihara oleh oknum pejabat yang berkepentingan dipusat.

Extreemnya lagi, ditengah derasnya Hujan, terdengar suara makian sumpah serapah, masyarakat  yang berdemo mengutuki oknum pejabat BP Batam yang hobi mengubah atau mengalih fungsikan status lahan hutan lindung menjadi pemukiman hanya karena Fee (komisi) dari pengembang.

Dan Terkait rencana Mendagri, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo akan membubarkan BP Batam, kata pendemo, mereka sangat mendukungnya.

Namun  mereka sangat menyesalkan dan mempertanyakan apa makna ucapan dari Menkopolhukam yang mengatakan, jika ucapan Mendagri akan membubarkan BP Batam tersebut, mungkin hanya kelepasan bicara.

" Mendagri sudah berulang kali mengatakan di Media akan membubarkan Bp Batam. Lah kenapa Menkopolhukam  bilang kalau mendagri mungkin hanya kelepasan bicara. Padahal Mendagri itu orang yang sudah dewasa. pintar dan cerdas..kok dibilang kelepasan bicara, Apakah memang mendagri itu suka kelepasan bicara ?.  Kalau ya, lah ngapain jadi menteri. Jangan- jangan semua kebijakan Mendagri saat ini, hanya kelepasan." kata pendemo yang kelihatan sudah tua, penasaran.

Sampai saat ini, pendemo masih saja bertahan di depan kantor Bp Batam. Pantauan media ini, terlihat ada banyak oknum pejabat Bp Batam kelihatannya gerah dengan adanya aksi unjuk rasa tersebut. Kesannya mereka takut sebab masyarakat sudah mulai mengetahui borok yang mereka miliki.(Ag)

Editor : Agus budi T