Wednesday, 17 February 2016

Wah, Pria ini mengaku sebagai Nabi Isa, MUI sebut, Sesat dan Murtat

Jari
Jombang, Dinamika Kepri - Setelah mendengar kesaksian serta berbagai informasi mengenai pengakuan seorang pria bernama Jari (44) di Jombang yang mengkalim dirinya sebagai Nabi Isa, pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jombang mencap Jari melakukan perbuatan yang menyesatkan masyarakat.

Tidak hanya itu, perbuatan Jari yang menambah kalimat syahadat dengan kalimat ‘Wa Isa Habibullah’ sebagai perbuatan murtad atau keluar dari Islam.

Junaidi Hidayat, selaku sekretaris MUI Jombang mengatakan kepercayaan umat Islam yang tertuang di dalam Alquran, memang Nabi Isa akan turun ke dunia menjelang hari kiamat. Namun, tak sembarang orang bisa mengaku sebagai Nabi Isa sang putra Maryam. Menurut dia, klaim yang dilakukan Jari bahwa dirinya adalah Nabi Isa merupakan suatu kebohongan.

“Jadi orang-orang yang dipilih oleh Alloh (menjadi nabi) itu di dalam Alquran sudah ada ketentuan yang jelas. Kalau pun toh nanti seperti yang kita yakini dalam Islam bahwa Nabi Isa itu akan turun, tentu ada semacam kualifikasi dan ketentuan-ketentuan yang diatur di dalam agama. Tidak sembarang orang bisa mengaku sebagai Nabi Isa,” kata Hidayat kepada wartawan, Rabu (17/2/2016), seperti dilansir dari Detik.

Apalagi, lanjutnya, Jari dengan beraninya menambah kalimat syahadat. Padahal syahadat itu sendiri sudah ditentukan di dalam Alquran dan sudah pasti. Siapa pun yang menambah atau mengubah syahadat itu berarti dia telah melakukan kekufuran atau kemurtadan.

Hidayat juga menambahkan dan kembali memperingati bahwa Nabi Muhammad merupakan nabi yang terakhir. Wahyu yang turun kepada Muhammad yang kini menjadi Kitab Suci Alquran merupakan wahyu terakhir yang diturunkan oleh Alloh SWT.

Sementara peran Nabi Isa ketika diturunkan kembali ke dunia untuk menyempurnakan pelaksanaan syariat Nabi Muhammad oleh umat manusia.

Untuk itu, Hidayat akan segera mengambil tindak tegas bersama pihaknya dengan segara mengeluarkan fatwa untuk menegaskan kepada masyarakat bahwa ajaran Jari tidak benar.

“Tentu akan kami lakukan pembibingan terhadap masyarakat yang tersesatkan untuk dikembalikan lagi, disyahadatkan lagi dikembalikan pada ajaran Islam yang benar,” tambahnya.

 Editor : Agus Budi T
Sumber : fokusjabar.com