Tuesday, 16 February 2016

Wah.. Di Imingi Rp 25 Juta, Sri Ummi dan Dewi nekat pilih jadi kurir narkoba

Tampak Sri Ummi dan Dewi tengah 
menyalami pesehat hukumnya usai sidang.
Batam, Dinamika Kepri - Sidang kasus narkoba jenis sabu seberat 3,3 Kg terhadap Sri Ummi dan Dewi sore tadi di gelar kembali di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (16/2/2016) guna mendengarkan kesaksian dari Tedjo yang diduga sebagai bandar yang mana sebelumnya ditangkap BNN di Surabaya.

Kehadiran Tedjo menjadi saksi dalam sidang ini dimana ketika kedua wanita itu tertangkap, Sri Ummi  mengatakan bahwa sabu tersebut milik Tedjo dan memerintahkan mereka agar membawa narkoba tersebut ke Surabaya dengan menggunakan jasa kapal laut dari Sekupang, Batam.

Selain itu, untuk biaya perjalanan ke Surabaya, Tedjo juga memberikan uang sebanyak Rp 8 juta, kata Sri Ummi menjelaskan kepada jaksa penuntut umum. Bahkan Tedjo juga mengatakan " Kalau bisa kapal membawa sabu tersebut, kasih saja ongkosnya Rp 3 juta, kata Sri Ummi menirukan perkataan Tedjo sebelum tertangkap.

Ternyata antara Tedjo dan Sri Ummi ada hubungan percintaan, selain itu, walau Tejo sudah ditahan di Surabaya, kedua pelaku yang ditahan di Batam ini masih di kirimi uang oleh Tedjo. Selama kedua pelaku ini  berada di Batam, Tedjo juga telah memberikan uang kepada Dewi Rp 17 juta dan Sri Ummi Rp 15 juta.

Sebelumnya, dua terdakwa Sri dan Dewi  awal September 2015 lalu ditangkap oleh BNN Pusat di depan ATM Plaza Top 100 Jodoh. Terdakwa ini ternyata sudah diikuti oleh tim penangkap dan sudah menjadi target dari BNN pusat. dalam operasi itu BNN berhasil meringkus kedua pelaku tampa ada perlawanan dengan menyita barang bukti sabu seberat 3.3 Kg yang disimpan di dalam termos air dan juga di simpan di dalam Louspeaker.

Kata ke dua pelaku, barang bukti tersebut di dapatnya dari Rudi (DPO) atas perintah dan biaya dari Tedjo alias Jake yang sebelumnya suda berada di lapas kelas IA Porong Sidoarjo Jawa Timur, dan rencananya barang haram itu akan dibawa  ke Surabaya untuk diedarkan disana. Maka sesuai dengan perbuatannya, kedua terdakwa ini terancam dengan hukuman mati atau hukuman pidana seumur hidup. (Ag)


Editor : Agus Budi T


loading...