Friday, 5 February 2016

Wah.! Ternyata Batam sudah krisis pengangguran, Bagaimana menanggulanginya, Ini penjelasannya

Tampak ribuan pencari kerja di Batam memenuhi salah satu Perusahaan di Muka Kuning.
Batam, Dinamika Kepri- Ya, katanya Batam bukan seperti dulu lagi, kerjaan yang nyari orang untuk bekerja. Zaman telah berubah sekarang orang yang cari kerja. Kalau masih ada pekerjaan masih mending, saingan banyak, yang dibutuhkan puluhan orang, yang melamar malah ribuan orang.

Jadi untuk apa lagi datang ke Batam jika sudah demikian, mendingan di kampung halaman saja buka usaha atau mencoba peruntungan ke daerah lain, kalau di Batam mah Ampun..!, kata seseorang  bapak tua yang mengaku sudah lama tinggal di Batam dimana ketika dirinya menyaksikan banyaknya para pelamar yang datang menyesaki salah satu perusahan elektronik di Muka Kuning, Batam, Jumat (5/2/2016).

Kabar yang tersiar Pada hari Kamis (4/2/2016) kemarin, perusahan yang dimaksud  mengumumkan lowongan untuk penerimaan kerja perkiraan hanya sebanyak 80 orang untuk ditempatkan sebagai posisi oprator. Namun yang datang melamar terlihat mencapai hingga ribuan orang. Tampak seperti gambar diatas.

Para pelamar yang mayoritas para perempuan yang terlihat baru tamat sekolah itu, tampak menyesaki depan pintu gerbang perusahaan seakan berlomba mengambil posisi ke depan agar lebih cepat memberikan lamarannya kepada sicurity perusahaan.

Melihat kondisi yang seperti ini, jelas tingkat pengangguran di Batam telah menunjukan  benar-benar sangat memprihatinkan. Banyangkan saja dibutuhkan cuma puluhan orang tapi yang  datang hingga ribuan pelamar.

Menanggapi hal tersebut, H. Fauzan anggota dewan dari komisi IV Dprd kota Batam, mengaku dirinya sangat prihatin ketika mengetahui kejadian itu.

Dewan yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) ini,  mengatakan bahwa meningkatnya pengangguran di Batam ucapnya tidak terlepas dari kelalaian pemerintah kota Batam yang selama ini tidak mampu menjaga kenyamanan para Investor yang ada, akibatnya mereka para investor itu memilih hengkang dari Batam.

" Ya.. saya sangat prihatin melihatnya, semua ini terjadi karena dari kelalian pemerintah kota Batam yang sebelumnya tidak mampu menjaga kenyamanan para investor, maka dari itu investor memilih hengkang ke luar negeri." kata H.Fauzan.Spdi menanggapi dari Jakarta, Jumat (5/2/2016) kepada media ini.

Menanggapi meningkatnya pengganguran di Batam saat ini, selain kepada H. Fauzan. Awak media ini juga mencoba meminta tanggapan dari calon Wakil Walikota terpilih Amsakar Achmad, pasalnya dalam waktu dekat ini, mantan Disperindag kota Batam tersebut, akan segera dilantik Mendagri untuk memimpin bersama pasangannya HM.Rudi.SE.MM sebagai Walikota Batam.

Kata Amsakar, untuk mengurangi pengangguran di Batam, katanya, kedepannya lebih diharapkan dapat bekerjama sama dari semua pihak agar iklim usaha di Batam tetap stabil.

Selain itu tambah Amsakar, katanya lagi, untuk meningkatkan investor datang ke Batam, perlu adanya daya saing,  selain itu dapat meminimaliskan (Mengurangi), aksi-aksi demontarasi buruh, melakukan pelatihan-pelatihan kerja untuk menciptakan para pekerja yang handal dan menjaga agar Batam tetap aman dan konsusif.

Sebelum menutup tanggapannya, Amsakar Achmat juga optimis katanya, untuk mengurangi pengangguran di Batam, dalam waktu dekat potensi daerah Galang-Rempang, juga akan di promosikan ke kepada para Investor untuk tempat berinsvestasi.(Ag)

Editor : Agus Budi T