Monday, 29 February 2016

Usai Koh Hock Liang di vonis, Tameyen aliad Ivon istrinya, diduga juga akan menyusul mendekam ke penjara

Koh Hock Liang
Koh Hock Liang.
Batam, Dinamika Kepri-Sebelumnya Koh Hock Liang  yaitu pelaku penggelapan uang perusahaan PT EMR yang bergerak di bidang bisnis sekrap sebesar Rp 36 Miliar, Kamis (21/1/2016) lalu, sudah  di vonis 2 tahun 2 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Batam.

Namun kasus penggelapan sebesar Rp 36 Miliar milik perusahaan PT EMR Indonesia ini, ternyata tidak masalahnya sampai disitu. Kini (29/2/2016) giliran istrinya, Tameyen alias Ivon di sidangkan di pengadilan negeri (PN) Batam di dalam kasus yang sama. yaitu dalam kasus penggelapan ini, diduga Ivon juga ikut berkabolaborasi dengan Suaminya Koh Hock Liang  yang berkewarga negaraan warga Singapura tersebut.

Siang tadi, dalam sidang Ivon, Jaksa penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi bernama Kasidi alias Ahok (34). Dalam keterangannya saksi adalah saksi untuk memberatkan terdakwa.

Terkait sudah putusnya vonis hukum kepada  Koh Hock  Liang dengan hukuman selama 2 tahun 2 bulan penjara, Teng Leng Cuang  selaku Komisaris Perusahaan PT. EMR Indonesia  kepada media ini beberapa waktu lalu ketika di PN Batam, Bahwa dirinya mengaku  tidak puas dengan hukuman yang diterima Koh Hock Liang.

" Saya tidak puas hati, Pasal itu cuma 2 tahun 2 bulan penjara." kata Teng Leng Cuang yang juga berkewarga negaraan Singapura ini dengan bahasa Melayunya.

Memang tidak masuk akal, Koh Hock Liang  menggelapkan uangnya sebesar Rp 36 Miliar namun PN Batam hanya memonis Koh Hock Liang, hanya 2 tahun 2 bulan penjara.

Kata  Teng Leng Cuang lagi, katanya akibat perbuatan Koh Hock Liang, Kini perusahaannya telah tutup telah habis. Selain itu, Teng Leng Cuang juga membenarkan bahwa Koh Hock Liang sebelumnya juga pernah di penjara di negarannya Singapuara dengan kasus yang sama yaitu kasus penggelapan.

Terkait ketidakpuasan Investor ini, Awak media ini beberapa waktu juga meminta tanggapan kepada Edi Hartono. SH selaku pengacara Apindo Batam yang juga menangani ikut masalah tersebut.

Kepada media ini Edi Hartono SH membenarkan jika dirinya mengetahui masalah itu. Namun ia tidak bisa berkomentar atas ketidakpuasan  Klaiennya Teng Leng Cuang tersebut. ucap Edi menanggapi hal itu, katanya, itu adalah keputusan hakim.(Ag)


Editor : Agus Budi T