Tuesday, 9 February 2016

Mulai dari aksi tipu perusahaan, Safei juga mengaku dari banyak lulusan Sarjana

Sidang Safei dengan kasus penggelapan uang nasabah di PT BPR sebesar Rp 199 Juta.
Batam, Dinamika Kepri- Sebelum sidang dimulai, Selasa (9/2/2016) siang tadi, hakim di PN Batam sedikit merasa aneh dengan pengakuan tersangka Safei (25) yang mengaku lulusan sarjana Pertanahan dari universitas Megawati, Cikini, Jakarta.

Selain mengaku lulusan pertanahan, Safei juga mengaku lulusan Jurusan Agraria dan Hukum dari Universitas Megawati Cikini, Jakarta.

Mendengar pengakuan Safei, para  hakim pun jadi bingung sembari tersenyum dengan pengakuan Safei tersebut. Namun untuk menetralisasi keadaan di dalam sidang, hakim mengatakan jangan malu dengan tamatan, kalau kita tamat SMA ya bilang SMA saja, jangan di tambah-tambahi karena itu sama saja membahi masalah hidupmu , Kata Hakim kepada tersangka.

Usai itu sidang pun dilanjutkan, ternyata Safei terlibat kasus penggelapan uang nasabah  di PT BPR, Bank Perkreditan Rakyat sebanyak Rp 199 Juta dari 54 Nasabahnya dengan modus memalsukan dokumen. Di sidang Safei ini. Jaksa Penuntut umum (JPU) menghadirkan 5 saksi, diantaranya manager dari perusahaan.

Dalam kesaksian, kepala bagian penagihan PT. BPR mengatakan Safei sebelumnya dilaporkan ke Polisi karena  telah terbukti menipu sebanyak 54 orang nasabah PT BPR dengan meraup  keuntungan Rp 199 juta dalam kurun setahun.

Kata saksi lagi, Safei adalah pekerja di PT BPR yang bertugas sebagai marketing di perusahaan tersebut. Dalam kesaksian, hakim sebut manajemen PT BPR tidak bagus.

" Itu adalah kebodohan perusahan karena telah mempercayakan marketing untuk melakukan pencairan uang kepada nasabah." kata hakim menanggapi kesaksian dari saksi.

Kata Hakim lagi, " Pencairan uang melalui merketing ke nasabah itu sama saja mengundang datangnya kesalahan, sebab marketing tugasnya mencari nasabah, bukan mencairkan pinjaman ke nasabah. Kalau seperti Ini, itu namanya manajement sistem "Tukang Cukur". ucap hakim sebelum menutup sidang dan menundanya minggu depan ,Selasa (26/2/2016).(Ag)

Editor : Agus Budi T