Wednesday, 3 February 2016

Terkait kematian Wayan Mirna, Polri dan ATF Autralia saling berkordinasi

Jessica Kumala Wongso
Jakarta, Dinamika Kepri-Penyidik Polda Metro Jaya terus berkoordinasi dengan Australian Federal Police (AFP) untuk mendapatkan bukti-bukti yang berkaitan dengan tersangka pembunuhan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal mengatakan tujuan pihaknya bekerja sama dengan kepolisian Australia untuk mencari informasi tentang hubungan Jessica dan Mirna saat keduanya menempuh studi Billy Blue College of Design, Sidney, Australia.

"Kalau ditanya apa dan bagaimana koordinasi kami dengan kepolisan Australia? Kami ini ada police to police coorporation. Karena kami sudah mengidentifikasi semua saksi yang cukup penting. Backgroundnya ada di Australia. Sehingga kami ingin buat terang tindak pidana," kata Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Rabu (3/2/2016).

Menurut Iqbal, dalam koordinasi tersebut, penyidik sudah mengantongi informasi yang dianggap sangat signifikan dalam kaitannya dengan kasus Jessica.

"Kita sudah diberikan informasi dan sudah cukup signifikan untuk penyidik menguatkan alat bukti," kata Iqbal.

Namun, Iqbal tidak mau menyebut secara rinci informasi apa yang telah dikantongi penyidik dari kepolisian Australia.

"Saya tidak bisa sebutkan kepada J atau M. Saya sebutkan secara global saja background saksi, tersangka. Makanya p to p tadi digunakan untuk lebih detil. Sehingga itu merupakan alat bukti," kata dia.

Meski masih merahasiakan hasil kerjasama dengan kepolisian Australia. Namun Iqbal mengaku jika perkembangan penyidikan dalam kasus ini sudah banyak kemajuan.

Dia beralasan tidak mau menyebarkan seluruh proses penyidikan agar tidak ada opini yang berkembang di publik melalui media. Iqbal mengatakan nantinya seluruh proses penyidikan kasus kematian Mirna akan dibeberkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat kasus tersebut telah disidangkan di pengadilan.

"Kalau ditanya saat ini, sudah mengalami kemajuan sangat pesat dari detik per detik. Kami tidak punya kewajiban untuk menyampaikan ke masyrakat. Takutnya nanti masyarakat membentuk opini. Nanti jaksa akan sampaikan," kata dia.

Source: suara.com


loading...