Wednesday, 10 February 2016

Takut digusur Walikota, Pedagang kaki lima minta perlindungan ke Dprd kota Batam

Para pedagang kaki lima tengah sedang menunggu kepastian nasib mereka dari komisi I Dprd kota Batam.
Batam, Dinamika Kepri - Warga Bida Ayu, Tanjung Piayu kembali mendemo DPRD kota Batam setelah usai berunjuk rasa BP Batam, Rabu (10/2/2016) guna mempertanyakan nasib mereka untuk selanjutnya, pasalnya hidup mereka kini sebagai pedagang kaki lima, sedang terancam.

Warga yang bekerja sebagai pedagang kaki lima tersebut kini merasa was-was sebab ada informasi yang menyebutkan dimana mereka ketahui, jika wali walikota Batam yang baru telah dilantik, firasat mereka memungkinkan lapaknya akan digusur oleh walikota baru untuk pelebaran jalan.

Selain itu, mereka juga mengisahkan takut dengan kejadian yang sama halnya seperti yang sudah terjadi di Ruli PLN Batam, Center  beberapa tahun lalu, kendati kata Walikota dahulu penggusuran ruli itu untuk pelebaran, tetapi kini bahu jalannya malah sudah dibagun beberapa unit ruko.

Pantuan media, perwakilan dari pengunjuk rasa langsung diterima oleh komisi I. Menunggu perwakilan datang warga dari Bida Ayu ini juga mendapat penjagaan dari pihak kepolisian.(Cn)

Editor : Agus Budi T