Tuesday, 16 February 2016

Sidang Elvita Rosana, Saksi sebut ada memar di kemaluan korban

Elvita Rosana.
Batam, Dinamika Kepri- Sidang kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh seorang wanita yang bernama Elvita Rosana yaitu salah seorang PNS yang memiliki Panti Asuhan dibilangan Batu Ampar Batam, Selasa (16/02/2016) sidang digelar kembali di pengadilan Negeri (PN) Batam guna mendengarkan kesaksian dari saksi  pihak Rumah sakit Awal Bros Batam yang sudah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban yang bernama Bilkis (2).

Dalam kesaksiannya  Dokter yang telah memeriksa Bilkis tersebut mengatakan  bahwa Bilkis telah mengalami kekerasan dimana pada kemaluan korban terdapat memar dibagian kemaluannya. 

Selain itu, saksi dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Kepri.  juga mempertanyakan kobolehan tersangka, Elvita Rosana yang sebelumnya berkerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) namun mengapa bisa memiliki yayasan panti asuhan.

Dalam kasus ini, sesuai dengan pengaturan Pasal 13 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (“UU Perlindungan Anak”) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (“UU 35/2014”) yang menyatakan bahwa setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan, diskriminasi, eksploitasi, baik ekonomi maupun seksual, penelantaran, kekejaman, kekerasan, penganiayaan, ketidakadilan dan perlakuan salah lainnya. 

Maka jika pelaku terbukti terbukti dengan semua tuduhanm, tersangka akan dikenakan ancaman sanksi  pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72.000.000 (tujuh puluh dua juta rupiah). (Ag)

Editor : Agus Budi T