Friday, 5 February 2016

Pelaku penyuludup ratusan burung Murai Batu asal Malaysia, Berhasil ditangkap Balai Karantina Batam


 Tampak Suryo Irianto Putra, Kepala Balai Karantina pertanian kelas 1 Batam bersama Kepala Seksi Kewasdakan Drh. Ibrahim, ketika memberikan keterangan atas berhasilnya penangkapan pelaku penyeludup Murai Batu asal Malaysia. Kamis (4/2/2016) dari pelabuhan harbour Bay. Batu Ampar., Batam, Kepri. Foto : Lamhot Naibaho.



Batam, Dinamika Kepri - Ratusan burung jenis Murai Batu asal Malaysia yang hendak di seludupkan ke Batam, Kamis (4/2) berhasil diamankan petugas Balai Karantina pelabuhan Harbour Bay Batu Ampar, Batam, Kepri.

Dalam aksinya pelaku, burung-burung tersebut sengaja dimasukkan kedalam tas belanjaan oleh pemiliknya untuk mengelabuai petugas di pelabuhan.

Ternyata aksi penyelundup burung Murai Batu ilegal di pelabuhan Harbour Bay ini, sering lolos, pasalnya alat pemindai atau x-ray,  Tidak mampu untuk mendekteksi keberadaan burung dalam Tas.

Menurut pengakuan pelaku  warga  negara Indonesia ini, dirinya sudah tiga kali lolos dari pelabuhan tersebut.

Dan menurut Balai karantina Harbour Bay, Penangkapan ini katanya adalah baru yang pertama kali dilakukan dan berhasil menangkap pelakunya.

Sebelumnya pelaku ini juga sudah pernah menjadi target mereka, namun tetap berhasil lolos sampai  dua kali melalui Pelabuhan International Ferry Batam Center.

Dalam aksinya pelaku  biasanya membawa burung Murai Batu tersebut dengan menggunakan tas plastik  ditenteng seperti barang belanjaan.

Dalam penangkapan ini , sebagian  burung-burung yang diseludupkan terlihat  sudah ada yang mati bahkan ada yang sudah diawetkan.

Akibat perbuatannya, kata  Suryo Irianto Putra, Kepala Balai Karantina pertanian kelas 1 Batam, tegasnya pelaku akan dijerat pasal 31 jo pasal 5 huruf a, 8, dan pasal 9 ayat 1 UU no 16 tahun 1992 tentang penyelundupan hewan dengan hukuman 3 tahun penjara atau denda 150 juta rupiah.(Ln)

Editor : Agus Budi T