Saturday, 27 February 2016

Minum Tuak berujung maut, Marsahata Sianturi bacok Dahlan Limbong hingga tewas

Tampak Marsahata Sianturi(baju kuning),diamankan polisi
Dairi, Dinamika Kepri - Seorang Kakek, Dahlan Limbong (55), warga dusun sitio-tio Desa Kuta Dame Kec. Kerajaan, Pakpak Bharat, tewas dibunuh oleh tetangganya sendiri, Marsahata Sianturi (29), saat minum tuak bersama 4 orang temannya di kedai milik Panggabean, Jumat (26/2) sekira pukul 23.30 wib.

Mengetahui kejadian tersebut Kapolres Pakpak Bharat AKBP Jansen Sitohang, Sik, MH beserta personil SPKT meluncur ke TKP, sementara itu Kapolres Pakpak Bharat melalui Kapolsek Sukaramai AKP H. Samosir membenarkan adanya kasus pembunuhan akibat terpengaruh minuman keras jenis tuak yang dilakukan oleh Korban DL dan pelaku MS serta ke-empat temannya.

Kejadian kasus pembunuhan itu berawal saat korban dan pelaku sedang minum tuak bersama dengan empat teman lainnya lalu tiba-tiba terjadi pertengkaran antara korban dan pelaku, bahkan pertengkaran tersebut juga sempat dilerai oleh ke-empat temannya bertujuan untuk berdamai. Dan usai dilerai, setelah itu pelaku pulang kerumahnya.

Namun tidak sampai disitu, pelaku merasa tidak terima, kemudian pelaku keluar dari rumah dengan membawa sebilah parang dan mengejar korban hingga kejalan raya. Akibatnya terjadi pergumulan dan pelaku membacok bagian kepala, wajah, tangan korbannya hingga menyebabkan korban meninggal ditempat.

Mendengar informasi ada pembunuhan, Dengan sigap Pihak kepolisian langsung meluncur dan berhasil menangkap pelakunya lengkap dengan barang bukti (BB)nya.

Saat itu juga polisi segera melakukan olah TKP. Selain itu polisi juga melakukan evakuasi terhadap  jenazah korban ke Rumah Sakit Sidikalang guna untuk melakukan visum.

Kini Marsahata Sianturi dengan barang bukti (BB) sebilah parang miliknya, sudah diamankan polisi di Rutan Polres Pakpak Bharat guna proses hukum lebih lanjut untuk mempertangungungkan perbuatannya karena telah menghilangkan nyawa seseorang.

Dalam kasus ini, pelaku akan dikenakan  atau dijerat sanksi pidana  UU  Pasal 338 KHUP tentang pembunuhan dengan hukuman 8 tahun penjara. (*)



Editor : Agus Budi T
Refrensi dari : Humas Polres Pakpak Bharat