Friday, 26 February 2016

Inilah Gejala dan Penanganan Penyakit Stroke

Dinamika Kepri- Stroke adalah merupakan salah satu penyakit yang paling di takutkan, dimama Pada tahun 2008, data dari Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa sebanyak 17,3 juta jiwa penduduk Indonesia harus terenggut nyawanya karena terkena penyakit stroke.

Penyebab Stroke

Stroke terjadi ketika aliran darah di otak berhenti seketika. Dalam hitungan menit, sel otak mulai mati. Terdapat 2 jenis stroke. Pertama, stroke iskemik, merupakan stroke yang paling sering terjadi.

Stroke iskemi merupakan akibat dari adanya jendalan darah yang menyumbat pembuluh darah. Kedua, stroke hemoragik, disebabkan karena pecahnya pembuluh darah sehingga darah mengalir keluar.

Ada yang disebut dengan “Stroke Mini” atau Transient Ischaemic Attacks (TIA). TIA ini terjadi ketika aliran darah di otak hanya berhenti sebentar.

Gejala Stroke

Mati rasa tiba-tiba atau kelemahan wajah, lengan atau kaki (terutama pada satu sisi tubuh)Kehilangan kesadaran tiba-tiba, kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan.

Masalah tiba-tiba melihat pada satu atau kedua mataTiba-tiba kesulitan berjalan, pusing, kehilangan keseimbangan atau koordinasi. Sakit kepala parah tiba-tiba tanpa diketahui penyebab

Ingat, satu kata kunci untuk gejala stroke: onsetnya TIBA-TIBA

Pengobatan Stroke

Jika mendapati diri Anda atau anggota keluarga mengeluhkan gejala-gejala tersebut seketika, Anda harus pergi segera ke rumah sakit mengingat stroke merupakan suatu kegawatan medis.

Penatalaksanaan awal yang biasa dilakukan di UGD adalah membaringkan pasen dan memfleksikan kepala (menekuk leher ke arah depan) 30 derajat, lalu dilakukan CT-scan sebagai pemeriksaan standar baku emas untuk menentukan apakah ini stroke iskemik atau stroke hemoragik, karena obat untuk keduanya amatlah berbeda.

Prinsip pengobatan stroke iskemik adalah melarutkan bekuan darah atau sedangkan stroke hemoragik adalah untuk menghentikan pendarahan.

Rehabilitasi pasca stroke membantu individu mengatasi cacat yang dihasilkan dari kerusakan stroke.

Sedangkan TIA sendiri merupakan “alarm” terhadap stroke sehingga meskipun pasien dengan TIA akan “sembuh” seperti sediakala dalam waktu <24 jam, pasien dengan TIA tetap harus mengkonsumsi obat pengencer darah yang didapatkan dari dokter serta menjaga pola hidup agar terhindar dari stroke.

Ketika stroke menyerang, maka tubuh akan jatuh ke dalam risiko kematian. Sekalipun bertahan hidup, maka pasien akan mengalami kecacatan.

Mengingat efek kecacatan dan kematian yang tinggi dari stroke, maka sebaiknya Anda menghindari faktor-faktor risiko stroke. Periksa tekanan darah dengan rutin.

Salah satu faktor risiko stroke adalah tekanan darah tinggi. Selain itu, kurangi makanan berminyak dan berlemak untuk menurunkan kolestrol.

Orang yang pernah terkena serangan jantung juga berisiko terkena stroke lebih besar, maka, jaga kesehatan jantung dengan olahraga yang cukup. Jika Anda merokok, kurangi, bahkan sebisa mungkin hentikan. (dr. Ursula Penny)

Sumber : doktersehat