Saturday, 6 February 2016

Atasi penggangguran dimasa depan, Program KB adalah solusinya

Dinamika Kepri- Opini dari pembaca menanggapi ledakan penduduk dan tingkat pengangguran yang terus meningkat Indonesia saat ini. Inilah petikanya.

Pedengarannya memang lucu dan sangat menggelikan, mengapa? Iya yalah..masa ingin memiliki banyak anak saja, harus di batasi!  Itu sama saja pelanggaran HAS Hak Azasi Selera.

Apalagi masih adanya faham yang mempercayai mitos ' Banyak Anak Banyak Rezeki' tentu dengan demikian konsep atau program Keluarga Berencana (KB) yang sebelumnya sudah dicanangkan di zaman Orde Baru, tidak berjalan seperti yang di harapkan. Akibatnya ledakan penduduk indonesia di tahun 2016 semakin memprihatinkan, Pengangguran ada dimana-mana.

Mau tidak mau ini adalah tugas pemerintah bagaimana untuk mengantisipasinya. Ya..seperti biasa, pemerintah yang selalu disalahkan oleh masyarakat. Padahal masyarakat sendiri yang tidak dapat mengindahkan apa yang sudah diprogramkan oleh pemerintah sebelumnya.

Seandainya Program KB cukup dua anak berjalan dengan baik, maaf sedikit berhayal, mungkin saat ini negara indonesia bisa masuk kategory negara sejaterah seperti di negara-negara di Eropa.

Bayangkan jika saja di setiap keluarga hanya memiliki dua anak, mungkin kehidupan kita dapat lebih sejahterah. Lowongan pekerjaan akan selalu ada, persaingan lebih lebih terbatas. Mau masuk PNS juga mudah tampa harus mengeluarkan biaya. Kepingin jadi personil TNI, Polisi, maupun ingin bekerja di BUMN pastilah lebih mudah karena tidak harus penuh dengan persaingan seperti sekarang ini.

Bayangkan, masuk kerja jadi kuli bangunan saja, harus ada orang dalamnyanya, Hehe..sungguh terlalu. Jika kerjanya enak masih mending. Padahal kuli bangunan kita mengetahui kerjanya, minta ampun beratnya, Namun masuknya harus ada orang dalamnya, Mengapa? Itulah persaingan kerja tersebut. Nah apalagi mau kerja di kantoran!, jangan harap kecuali wani piro.

Itu adalah realita, bagaimana tidak, ledakan penduduk adalah menjadi faktor utamanya. Tidak jarang dalam satu keluarga di zaman ini, mayoritasnya masih memiliki anak 5 hingga lebih.

Padahal anjuran perintah melalui program KB nya menyuluhkan cukup 2 anak. Namun masyarakat salah mengartikan, KB adalah Keluarga Besar, banyak anak banyak rezeki.

Bagainama tidak, sedangkan petugas pemerintah yang di tugasi mencanangkan Program KB tersebut, ada yang memiliki anak lebih dari dua, jika sudah demikian bagaimana ia akan mensosialisasikan sedangkan ia tidak melakukannya, Ya sama ma yon.(Ag)

Editor : Agus Budi T