Monday, 22 February 2016

Curi ikan di wilayah NKRI, 10 kapal ilegal fishing milik Malaysia dan Vietnam, Diledakkan di Batam

Tampak kapal sedang diledakkan.
Batam, Dinamika Kepri - Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam musnahkan 10 kapal  asing pelaku illegal fishing berbendera Malaysia dan Viethnam dengan cara  diledakkan  ditengah-tengah laut perairan Kepri, dimana aksi itu dilakukan setelah usai dikakukan proses hukumnya. Peledakan ini langsung disaksikan oleh  rombongan dari  Kementrian Kelauatan dan Perikanan pada Senin, (22/2/2016) siang disekitar Jembatan 2 Barelang Batam.

Penenggelaman kapal  yang di lakukan PSDKP oleh rombongan dari  kementerian kelautan dan perikanan ini juga disaksikan bersama dengan TNI-AL. Peledakan 10 kapal ini merupakan pemusnahan barang bukti  ini adalah  hasil dari penangkapan yang dilakukan oleh satuan pengawasan laut seperti, PSDKP, TNI-AL, Polair dan  Bakamla di wilayah perairan Kepri.

Ke 10 kapal tersebut  ditangkap karena  kedapatan melakukan illegal fishing di perairan  wilayah Kepri. Sedangkan sebanyak 7 kapal asing  diantara ke 10 kapal ini diketahui  berbendera Malaysia dan 3 kapal berbendera Vietnam .

Penenggelaman kapal pelaku illegal fishing ini dilakukan dengan mengacu pada pasal 76 UU No.45, tahun 2009 tentang perikanan,  yaitu dengan kesalahan karena melakukan penangkapan ikan di wilayah NKRI  tampa mengantongi dokumen perizinan dan menggunakan alat tangkap yang dilarang (Pair Trawl).

Sebelum tenggelam, Kapal-kapal Illegal Fishing ini tampak diledakan dengan menggunakan Dinamit atau peledak daya rendah.

"Penenggelaman ini  dilakukan dengan menggunakan,  Dinamit, Peledak daya rendah agar kondisi kapal yang diledakkan tetap terjaga, agar  rangka kapal ini dapat perpungsi menjadi rumpon dan habitat ikan didasar laut nantinya. “ Terang Goenaryo, Direktur  pengoperasian dan pengawas  PSDKP Batam.(Ln)

Editor : Agus  Budi T