Wednesday, 3 February 2016

Aldi Braga, Janji akan laporkan Kadis DKP dan Walikota Batam ke Polisi

Aldi Braga
Batam, Dinamika Kepri-Sebelumnya pada hari Jumat tanggal 29 Januari 2016 lalu, Ketua LSM Barelang, Yusril, terlihat sudah melaporkan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemko Batam, Sulaiman Nababan ke Kejaksaan Negeri Batam terkait adanya dugaan tindak korupsi yang dilakukan oleh kepala Dinas kebersihan kota Batam tersebut selama menjabat.

Dikutip dari sijorikepri.com yang sebelumnya menuliskan bahwa, laporan yang dilakukan oleh Ketua LSM Barelang ke Kejari itu berdasarkan atas adanya dugaan Penyalahgunaan wewenang dan Pelanggaran Undang-Undang atau UU di antaranya, UU : 18/2008, 31/1999, 20/2001, 17/2003, dan juga Peraturan Presiden atau Perpres yaitu, Perpres 4/2010, Perpres 70/2012, atas penunjukan PT.RGA (Royal Gensa Asih), dalam pengangkutan sampah. Dimana, Pengangkutan sampah yang dilakukan oleh PT.RGA itu telah berjalan dari mulai Tahun 2010 hingga 2016 menelan biaya sebesar Rp 89.6 Miliar.

Tidak sampai disitu, Kini giliran LSM Garda Indonesia, Aldi Braga selaku ketua LSM Garda Indonesia menuturkan kepada media, bahwa dalam waktu dekat ini, pihaknya juga akan melaporkan Walikota Batam dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan ke polisi.

Ketika awak media ini menanyakan  apa dasarnya  LSM Garda Indonesia ingin melaporkan Walikota Batam dan Kepala Dinas Kebersihan itu ke polisi, Aldi Braga mengatakan karena ada dugaan bahwa yang akan di laporkan tersebut telah melakukan dugaan tindak korupsi selamat menjabat.

Selain itu Aldi Braga juga merinci anggaran -anggaran yang telah digunakan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan selama kepemimpinan Sulaiman Nababan dari mulai tahun 2010 sampai tahum 2015, menurutnya semua penuh dengan kejanggalan.

Ketua LSM Garda Indonesia ini juga melihat ada kejanggalan dengan terpilihnya kembali PT Royal Gensa Asih (RGA) sebagai pemenang tender lelang pengangkutan sampah untuk tahun 2016. Katanya kenapa bisa, ada apa ?, Menurutnya lagi,  selama tahun 2015  PT RGA juga dianggapnya telah gagal melakukan tugasnya karena di tahun itu, sampah-sampah banyak berserakan dimana-mana.

" Saya heran, kenapa PT Royal Gensa Asih (RGA) itu dapat memenangkan tender lagi, padahal jelas kita ketahui selama di tahun 2015, sampah banyak tidak terangkut, sampah berserakan dimana-mana. Dan yang paling saya herankan lagi katanya mobil sarana angkutnya ada 20, tetapi cuma 16 yang beroperasi, dan yang  4 lagi keadaan rusak." Pungkasnya, Rabu malam (3/2/2016).

Kata  Aldi Braga lagi, untuk anggaran tahun 2016 ini, pemerintah kota Batam juga telah menganggarkan sebesar Rp 17,5 Miliar untuk Dinas kebersihan dan pertamanan kota Batam. Menurutnya itu sangat berlebihan.

" Itu sangat berlebihan. Dan laginya rumus apa yang dipakai pemerintah kota Batam untuk mengucurkan dana sebesar itu, bayangkan Rp 17,5 Miliar hanya untuk mengurusi pengangkutan sampah. jika saya kalkulasikan dari mulai 2011 hingga tahun 2016 ini, Pemerintah kota Batam sudah mengglontorkan anggaran sekitar Rp 97.1 Miliar ke dinas kebersihan kota Batam selama Sulaiman Nababan menjabat. " Terang Aldi.

Ternyata, selain akan melaporkan Sulaiman Nababan ke polisi, dengan bersamaan, Aldi juga akan melaporkan Walikota Batam, Ahmad Dahlan dalam waktu dekat ini.(Ag)

Editor : Agus Budi T