Tuesday, 12 January 2016

Walau sedetik, Luangkan waktumu untuk mendengarkan kata hatimu

ilustrasi .
Dinamika Kepri - Allah menciptakan manusia menurut rupanya, Selain itu Allah juga memberikan akal dan pikiran, tetapi jangan lupa, hati juga diberikannya. Manusia adalah makluk ciptaan yang paling dimuliakannya dari segala ciptaannya yang ada dijagat raya ini.

Manusia yang paling dimuliakan namun apa yang dilakukan manusia saat ini, terlihat banyak kelakuan yang sangat tidak manusiawi, Cendrung manusia itu lebih menuruti apa kata pikirannya bahkan tidak pernah memberikan ruang waktu untuk mendengarkan apa kata hatinya. Akibatnya banyak manusia melakukan keserakahan dan ketamakan  yang justru mengantarnya ke arah kesengsaraan.

Banyak yang mengatakan pikiran adalah sumber datangnya dosa, Namun tidaklah segitunya, sebab jika di persentasekan, akal dan pikiran tentunya masih memiliki peluang kebaikan sekitar 30 % bagi sesama manusia. Sedangkan sisanya masih berbanding 70% yang pastinya penuh dengan kepalsuan, Intrik, reka-reka, keserakahan dan ketamakan.  bahkan yang lebih parah lagi, tak jarang hasil dari akal dan pikiran itu sendiri dapat bertindak ekstreem hingga bisa merugikan orang lain.

Itulah akal dan Pikiran bisa menyesatkan siapa saja jika tidak mampu mengendalikannya. pikiran tidak pernah puas, selalu ingin lebih, ingin menandingi, menggapai hingga menghalalkan segala cara demi tercapainya suatu kehendak.

Ada perasaan puas ketika meraih keberhasilannya, namun sementara dan akan selalu mencoba lagi hingga naik ke level atas. Namun dari sekian banyak orang yang melakukannya, tak jarang orang yang melakukan itu, jatuh ke dalam belenggu, hingga tak cukup umurnya untuk menyesali semua perbuatannya.

Jika sudah demikian, apa yang bisa diperbuat, Menyesali ?. Penyesalan memang selalu datangnya terakhir ketika sudah tidak berdaya lagi.

Di waktu muda mungkin banyak keberhasilan ketika masih mengandalkan akal dan pikiran, namun sesudah tidak berdaya lagi, apakah masih dapat menikamatinya ?, Okey katakanlah ada hasilnya. tetapi ketika  sudah tua, bagaimana perasaan hatimu hendak mewariskan semua keberhasilanmu yang penuh intrik itu kepada keturunan, apakah hatimu nyaman?, tidak !, Hatimu pasti mengatakan tidak, sebab semua yang di dapat itu sebelumnya, adalah dari hasil keserakahan.

Dan bagaimana mungkin seseorang akan memberikan sesuatu kepada keturunannya dari hasil yang tidak baik. jika itu terjadi, tidak bisa dibayangkan bahwa para keturunannya nantinya juga akan melakukan hal yang sama mungkin juga akan lebih parah dari pendahulunya.

Jangankan manusia, sebuas-buasnya singa di tengah hutan pastinya tidak akan pernah membunuh atau memakan anaknya sendiri. Induk singa itu akan memberikan yang terbaik bagi anaknya. apalagi manusia yang memiliki hati, mudah-mudahan itu tidak pernah terjadi bagi siapapun.

Nah, sebelum semua itu terjadi, luangkan waktu mendengarkan kata hati, renungi sejauh apa yang telah dilakukan akal pikiran selama hidup.

Akal dan pikiran bisa menyesatkan siapa saja, namun hati tidak akan pernah melakukannya. Jika pikiranmu sedang ruwet tenangkan dengan hatimu. Walau sedetik, luangkan waktumu untuk mendengarkan kata hatimu.  orang yang melakukan segala hal dengan hati pasti hasilnya akan lebih menyenangkan, nyaman dan jauh dari perbuatan dosa.

Ingatlah bahwa hati itu adalah wujud bentuk Allah yang maha kuasa di setiap diri manusia. Kata seseorang  menguraikannya kepada awak media ini. (Ag)

Editor : Agus Budi T