Friday, 15 January 2016

Terlalu dekat dengan pemukiman, Gelper di Botania di demo warga sekitar

ilustrasi.
Batam, Dinamika Kepri- Informasi yang diterima media ini pada hari Jumat(15/1) menyebutkan, bahwa pada hari Kamis malam (14/1/2016) warga Botania Batam Center dengan jumlah sebanyak 50 warga dari 2 Rw,  informasi nya mendatangi salah satu gelanggang permainan (Gelper) yang tidak jauh dari pemukiman mereka.

Untuk memastikan informasi tersebut, kepada awak media ini, Pak Joko selaku perangkat dari RW46, membenarkannya.

" Ya. Tadi malam ada 50 orang warga mendatangi gelper SS ." Ucap Pak Joko memastikan.

Kepada Media ini, Pak Joko menuturkan, katanya alasan warga mendatangi gelanggang permainan itu, beralasan karena posisi gelper yang dimaksud terlalu dekat pemukiman warga maupun dengan rumah ibadah yang hanya beberapa puluh meter saja dari sekitar gelper..

Selain itu, Gelper yang sudah beroperasi hampir 2 minggu itu, kata Pak Joko lagi bahwa Pihak Gelper, tidak pernah melakukan kordinasi dengan perangkat RT dan RW setempat tentang keberadaan usahanya.

Tidak sampai disitu, Katanya lagi menuturkan, pada minggu malam (17/1/2016) ini, warga akan kembali lagi mendatangi gelper tersebut, untuk mempertanyakan segala perihal perizinannya.

" Tadi malam kami mendatangi gelper itu, kami ada sekitar 50 orang semuanya terdiri dari warga sekitar, tujuan untuk hanya imgin melakukan mediasi saja secara baik-baik, alasanya karena usaha yang mereka lakukan itu, terlalu dekat dengan pemukiman warga, termasuk juga dekat dengan rumah ibadah (Mesjid), itu saja." kata Pak Joko,

Tambahnya lagi, " Kami juga memberikan waktu selama 3 hari pada mereka agar dapat menunjukan izin apa yang mereka miliki hingga berani membuka usahanya disekitar pemukiman kami. Bahkan yang kami sangat sayangkan, Pihak Gelper sama sekali tidak melakukan kordinansi kepada perangkat RT dan RW setempat . " Jelas Pak Joko.

Ditempat terpisah, Terkait jarak yang dipermasalahkan warga, kepada media ini salah satu orang yang bisa dikatakan sudah fakar dan memahami aturan main Gelper tersebut mengatakan, bahwa posisi gelper yang maksud menurutnya, sudah menyalahi aturan. katanya itu jelas salah jika posisinya berdekatan dengan pemukiman warga apalagi dikatakan sangat dekat dengan tempat ibadah.jelas sudah menyalahi.  kalau menurut aturannya, minimal jaraknya usaha Gelper 200 meter dari pemukiman apalagi dari jarak tempat ibadah.

" Jika memang seperti itu kondisinya, setahu saya pastinya sudah tidak sesuai lagi dengan prosedurnya. Wajar jika posisi gelper itu dipertanyakan oleh warga. Menurut aturannya, membuka usaha Gelper itu harusnya memiliki jarak minimal radius 200 meter dari pemukiman warga apalagi dari tempat ibadah." katanya.

Selain itu tambahnya, " Persetujuan dari sepadan juga sangat dibutuhkan. Mengenai perizinan usaha ini, Ada 4 izin yang harus dimiliki setiap pengusahanya antara lain izin Dinas Pajak, Bapedalda kota Batam, Dinas Pariwisata kota Batam dan izin dari Badan Penanaman Modal (BPM)Kota Batam,"  Kata seseorang yang enggan namanya di sebutkan dalam pemberitaan ini.(Ag)

Editor : Agus Budi T