Friday, 8 January 2016

Terkait Pembubaran BP Batam, Djasarmen Purba : Itu tidak mudah, bukan seperti membalikan tangan

Batam, Dinamika Kepri - Terkait rencana pemerintah pusat yang hendak membubarkan BP Batam, Jumat (8 /1/2016), Pejabat DPD RI, Jasarmen Purba bersama dengan yang lain, melakukan jumpa Pers bersama ketua Bp Batam, Mustofa Widjaja di dampingi pengacara BP Batam, Ampuan Situmeang.SH.

Dalam jumpa pers itu, Mustofa Widjaja lebih cendrung mengisahkan bagaimana kisah perjalanan Otorita ke Bp Batam. kata dia, Otorita masuk ke Batam katanya penduduk Batam saat itu masih sekitar 7000 orang. dimana saat itu fasiltas infrastrukturnya belum ada. 

Selain itu, Ketua BP Batam tersebut juga menerangkan perubahan-perubahan UU yang menyangkut BP Batam, Katanya dari tahun 2000 dengan adanya UU No.22 yang kemudian dirubah menjadi UU 32 dan saat ini ini berubah kembali, menjadi lagi UU No 23 Namun semua itu, masih berhubungan dengan UU No. 44.

Terkait pemerintah pusat yang saat ini sedang melakukan konsinyering, Mustofa Widjaja mengharapkan agar hasilnya nanti dapat menghasilkan produk hukum untuk membawa Batam tetap kondusif

Dalam Jumpa Pers itu, Djasarmen Purba menegaskan bahwa pembubaran suatu organisasi itu tidak mudah bukan seperti membalikan tangan, apalagi organisasi seperti Bp Batam yang sudah diatur oleh Undang-undang (UU), dan kalau pun hendak dibubarkan tentunya harus melalui UU.

Tambahnya menjelaskan, pembentukan Bp Batam sebelumnya dilindungi UU yang mana UU tersebut diterbitkan oleh pemerintah dan DPR yang mana prosesnya sangat begitu panjang. Pertama sebelum mengambil langkah, harusnya melalui kajian dimana kajian itu, Apa kinerja Otorita dan Bp Batam selama ini. Bagaimana visi dan Misinya, tercapai atau tidak ?, maka itu, Bp Batam menginginkan 2 kewenangan ini tidak ada lagi. Kata Djasarmen Purba.(Ag)

Editor : Agus Budi T