Saturday, 30 January 2016

Tambang runtuh, Delapan orang korban berhasil diselamatkan

Evakuasi Korban
Cina, Dinamika Kepri - Sebanyak Delapan penambang yang terperangkap selama lima hari setelah kecelakaan tambang runtuh di Cina ditemukan hidup, demikian dilaporkan media pemerintah.

Tim penyelamat menggunakan kamera inframerah untuk melakukan pencarian dalam kegelapan di tambang yang rusak. Kamera menemukan penambang yang masih hidup melambaikan tangan mereka.

Sejauh ini, tim penyelamat belum mampu membebaskan korban, tapi telah membuat kontak dan mengirimkan perbekalan.

Media pemerintah melaporkan, para pekerja tambang dalam keadaan lemah karena lapar, namun berada dalam kesehatan yang baik. Mereka memberi tahu tim penyelamat bahwa mereka berada di saluran bawah tanah yang utuh.

Selain delapan korban selamat tersebut, tujuh telah diselamatkan dan satu orang diketahui telah meninggal. Adapun sembilan penambang belum ditemukan.

Bongkahan batu runtuh di tambang gipsum, di Provinsi Shandong pada Jumat (25/12). Reruntuhan batu begitu keras sampai terdeteksi di pusat pemantauan gempa Cina.

Ma Congbo, ketua perusahaan Yurong yang memiliki tambang, bunuh diri dengan melompat ke sumur tambang pada hari Minggu (27/12), lapor kantor berita CinaXinhua.

Motif bunuh diri Ma belum jelas, tapi pemerintah Cina telah memperberat hukuman bagi pengusaha yang dipandang lalai.

Cina punya sejarah panjang kecelakaan industri. Insiden ini terjadi beberapa hari setelah longsor yang disebabkan limbah konstruksi di Cina selatan. Bencana itu mengakibatkan puluhan orang hilang dan diduga tewas.

Tambang milik negara telah lama menjadi yang paling mematikan di dunia, tetapi perbaikan keamanan telah mengurangi kematian dalam beberapa tahun terakhir.

Tahun lalu, 931 orang tewas dalam kecelakaan tambang di seluruh China. Angka tersebut secara signifikan lebih sedikit dari tahun 2002 ketika hampir 7.000 penambang tewas.(*)


(BBC)