Thursday, 28 January 2016

Sekedar diketahui, Selain kota industri, Batam juga kota 1001 makelar tanah

ilustrasi
Batam, Dinamika Kepri- Ternyata selain Batam kota industri, Batam juga dikenal tempatnya 1001 para makelar tanah.

Maka Itu, jika anda tiba di Batam, anda tidak perlu heran jika disetiap kedai kopi yang ada seluruh kota Batam pengunjungnya selalu membahas masalah lahan (tanah) dan Fee hasil jual lahan.

Pantauan media dalam satu tahun terakhir ini. Para makelar tanah tetsrbut biasa memilih kedai-kedai kopi ternama tempat mereka untuk membahas penjualan tanah lahan di Batam.

Selain itu kabarnya  hasil fee dari pejualan tanah  katanya tidak tanggung-tanggung, hasil fee dari selisih harga bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran Rupiah. Tidak tahu tanah milik siapa saja yang mereka jajakan setiap harinya kepada investor yang hendak membeli.

Namun sejak adanya pernyataan Mendagri akan membubarkan Bp Batam, Para makelar yang dimaksud terlihat lesu, pasalnya para Investor yang hendak membeli lahan di Batam,  banyak yang mengurungkan niatnya karena melihat kepastian hukum yang tidak jelas.

Dan yang paling parahnya lagi, para makelar mengatakan, lahan apapun bisa dialih fungsikan yang penting cocok harganya. Maka tidak jarang jika di Batam saat ini banyak bangunan- bagunan yang berdiri tidak pada tempatnya.

Bayangkan, hotel saja bisa dibangun di Row jalan. Hem..itulah hebatnya Batam. Apa saja dapat dilakukan kesannya semua bisa diatur yang penting ada Take and give nya, Wani piro. Batam memang memiliki dualisme kepemimpinan, namun para oknumnya terlihat kompak untuk membuat sembraut kota Batam.

Bp Batam akan memberikan izin lahannya, pemko Batam yang mengeluarkan perizinan untuk IMB nya. Oknum dari dua instansi ini memang terlihat kompak seperti berkabolaborasi untuk mengalih fungsikan setiap peruntukan lahan di Batam. Maka tidak heran jika di Batam banyak permasalahan yang menyangkut masalah lahan tumpang tindih.

Ada yang salah peruntukan ada yang mendirikan bangunan parmanen di Row jalan seperti contoh bangunan hotel di penuin,  Nagoya, Batam. Selain itu setiap ruang hijau terbuka(RTH) di Batam juga di sulap menjadi tempat angkringan atau tempatnya para berdagang.

Kembali ke Makelar tanah. Ternyata para makelar lahan yang di Batam itu, rata-rata atau wajib memiliki jaringan koneksi dengan para oknum pejabat di Bp Batam. Nah jika tidak demikian, jangan harap dokumen yang dibutuhkan untuk pengesahan lahan yang akan dijualnya dapat dikeluarkan oleh pihak oknum BP Batam yang bersangkutan.

Kesannya tidak sembarangan. Jika makelar tidak memilik koneksi di BP Batam, jangan harap lahan yang diageninya dapat terjual. Bagaimanapun jika ada surat dokumen yang tidak melengkapi. Pembeli atau investor akan enggan untuk membelinya.

Dang yang paling mengherankan, semua lahan tanah kosong di Batam ternyaya sudah ada pemiliknya, biasanya para pemiliknya dengan mengatasnamakan nama perusahaan(PT) maupun Yayasan. Namun setelah serius ditelusuri perusahaan atau yayasan  yang dimaksud, ternyata tidak pernah ada. Tidak tahu mengapa bisa demikian namun itulah kenyataannya.

Maka tidak heran jika masalah tumpang tindih lahan  di Batam memang tengah menjadi tren tersendiri masa kini,  Pasalnya lahan kosong di Batam sudah semakin habis. Melihat itu, Mau tidak mau para pemain (mafia tanah) terpaksa harus berani adu nyali saling mengklaim itu punya saya, ini milik saya. Akibatnya terjadilah penggandaan pemilik lahan tumpang tindih.

Kasus tumpang tindih biasanya terjadi karena pemilik lahan yang pertama tidak membangunnya, membiarkan lahannya tetap kosong mengharap akan ada pembeli dengan bayaran lebih mahal dari penawaran-penawaran dari sebelumnya.

Pemilik lahan tahu betul jika semakin lama, tanah harganya akan semakin mahal. Namun ia tidak sadar ada pihak lain yang telah mengincar lahannya. Akibat terjadilah dua surat kepemilikan dalam satu lahan. Melihat adanya kasus tumpang tindih saat ini, Akibatnya membuat para pemilik lahan yang tidak membangun, akhirnya menginfokan kepada para makelar agar dapat menawarkan dan menjualkan tanahnya.

Maka tidak heran setiap makelar tanah di Batam rata -ratanya bisa memiliki 2 atau sampai 3 surat lahan tanah yang ditawarinya. Katanya menawarkan, "Anda tinggal pilih ada lahan peruntukan perumahan, peruntukan pendidikan, industri, dan juga ada lahan untuk Galangan(Shipyard), harganya sekian, kalau setuju, kita ke notaris buat peranjanjian." kata salah seorang makelar tanah menawarkan dagangannya kepada seseorang.

Ternyata tidak semua makelar lahan itu pernah berhasil menjalankan aksi misinya menjadi makelar tanah. Banyak dari mereka yang gagal meyakinkan para pembelinya. Bahkan diantara mereka ada juga yang sudah bertahun-tahun  menggeluti pekerjaan sebagai makelar, namun tidak pernah sukses sekalipun menikmati hasilnya.

Walau kegagalan selalu menghampiri,  terlihat kalau makelar  yang mencicipi uang fee lahan itu, tetap semangat dan berharap, Katanya tidak perlu selalu berhasil. Cukup sekali saja tapi hasilnya cukup kasih makan sampai dua keturunan.

Hem..jika begitu romannya, yang sabar saja namanya juga agen langit, Suatu saat pasti berhasil kata seorang teman seperti memberikan semangat.(Ag)

Editor:Agus Budi T