Saturday, 30 January 2016

Pengakuan Presiden AS. Barack Obama: Saya juga orang Yahudi

Barack Obama.
Internasional, Presiden Barack Obama memperingatkan soal sentimen anti-semitisme yang sedang bertumbuh di Amerika Serikat (AS) dan dunia ketika memberi penghargaan untuk dua warga Amerika dan dua orang Polandia yang membantu menyelamatkan nyawa warga Yahudi pada masa Perang Dunia II.

"Di sini, malam ini, kita harus menghadapi kenyataan bahwa di seluruh dunia, anti-semitisme meningkat. Kita tidak bisa menyangkal hal itu," kata Obama dalam sebuah upacara peringatan Holocaust di kedutaan Israel, Rabu (27/1/2016) malam waktu setempat.

Ia mencontohkan orang-orang Yahudi yang melarikan diri dari kota-kota Eropa; serangan terhadap pusat-pusat Yahudi di Mumbai, India, dan Overland Park, Kansas, AS; serta simbol-simbol swastika di kampus-kampus.

"Ketika kita melihat semua itu, kita tidak boleh diam saja," kata Obama.

Dia berbicara pada upacara penghargaan Righteous Among the Nations pada Hari Peringatan Holocaust Internasional dan ulang tahun ke-71 pembebasan kamp konsentrasi Auschwitz untuk menghormati orang-orang yang menyelamatkan warga Yahudi selama Holocaust.

Obama merupakan presiden AS pertama yang berpidato di kedutaan Israel. Dia diperkenalkan oleh Steven Spielberg, sutradara film tentang Holocaust yang berjudul Schindler List. "Presiden ini memiliki jiwa Yahudi," kata Spielberg.

Obama memberi penghargaan untuk empat orang yang membantu menyelamatkan nyawa orang-orang Yahudi selama Perang Dunia II, termasuk Sersan Angkatan Darat Roddie Edmonds, yang ditahan di kamp penjara Jerman bersama 1.000 tentara Amerika lainnya. Ketika seorang komandan Nazi meminta para tentara Yahudi untuk mengidentifikasi diri mereka, Edmonds memerintahkan semua anak buahnya untuk melangkah maju. "Kami semua orang Yahudi di sini," kata Sersan Edmonds.

Obama mengatakan, "Saya tidak dapat membayangkan sebuah ekspresi kristianitas yang lebih besar lagi dibanding mengatakan, 'Saya juga, adalah orang Yahudi'."

"Sebuah serangan terhadap sebuah kepercayaan (agama) apa pun merupakan serangan terhadap semua keyakinan (agama) kita. Itu merupakan serangan terhadap prinsip dasar di jantung begitu banyak kepercayaan (agama)."

Tokoh lain yang mendapat penghormatan pada Rabu malam itu adalah Lois Gunden, seorang guru bahasa Perancis berusia 26 tahun dari Indiana yang menyelamatkan anak-anak Yahudi ketika bekerja di sebuah sekolah Mennonite di Perancis selatan selama perang, serta warga Polandia, Walery dan Maryla Zbijewski, yang menyembunyikan seorang gadis dari ghetto di Warsawa.

Source: Kompas.com