Sunday, 24 January 2016

Orang Batak disebut setia mempertahankan biduk rumah tangganya, Ah yang benar?, Ini penjelasannya

ilustrasi.
Dinamika Kepri- Surat dari pembaca. Suku/ Etnis Batak adalah salah satu suku dari sekian banyaknya dari suku yang ada di Indonesia.

Suku Batak bermukim di pulau Sumatera di provinsi Sumatera Utara dan telah terpencar di seluruh dunia.

Suku/orang Batak adalah suku yang paling menghargai adat dan budayanya. bahkan tidak jarang, banyak diantara mereka tetap hidup miskin karena mejalankan adat dan Budayanya.

Perlu diketahui, orang Batak itu adalah keturunan para raja. Maka jangan heran jika melihat prilaku orang Batak kerap menunjukan krakter seperti seorang raja (suka memimpin=red).

Itulah mereka. walau suaranya kuat-kuat, bukan berarti sedang marah. Itu hanya sifat menujukan krakter ketegasan dan tanggung jawab mereka.

Mungkin ada yang terlihat seram, tetapi jangan takut dulu, itu hanya tampilan saja, hantinya tetap baik. Selain baik hatinya juga romantis bak mirip seperti lirik tembang lagu-lagu miliknya Rinto Harahap. apakah anda pernah mendengar lagu-lagu ciptaan Rinto Harahap?, jika pernah. ya begitulah romantis hatinya.

Itu masalah hati, Namun setiap keturunan orang Batak itu wajib memiliki sandangan atau marga yaitu nama dari leluhurnya. Marga itu adalah nama dari para setiap leluhurnya masing-masing. Marga orang Batak berbeda-beda, namun dari semua marga yang ada, memiliki keterkaitan antara satu dengan marga yang lain.

Nah sebelum kita membahas mengapa orang Batak setia mempertahankan rumah tangganya, alangkah baiknya anda ketahui dahulu asal muasal nama suku 'Batak'.

Nama Batak adalah pemberian dari Belanda. Panggilan itu diberikan Belanda kepada masyarakat Tapanuli di zaman penjajahannya. Belanda menyebutnya Batak yang artinya " Tanah yang miskin". mengapa?, mungkin saat itu Belanda tidak mendapatkan apa yang diingkannya dan menyebut daerah Tapanuli itu 'Batak' yaitu 'Tanah yang miskin'.

Okey.. Tampa panjang lebar lagi, Yuk..kita langsung saja ke topik judulnya, " Mengapa orang Batak setia mempertahankan biduk rumah tangganya". jawabnya simple saja, mungkin karena mereka keturunan raja dan menikahi putri raja (Boru Batak=red). Maka itu mereka saling menjaga. Emang mau perang antar kerajaan. Hahaha.

Maaf itu hanya jawaban Anekdot belaka, sebenarnya bukan itu jawabannya, jawaban pasti adalah karena pria dan wanita orang Batak, sangat  menghargai ke sakraran janji sumpah pernikahan yang mengatakan, " Tidak ada perpisahan kecuali berpisah karena kematian". ternyata inilah pedoman mereka hingga penikahannya tetap bertahan.

Ternyata Kata dan janji  itulah yang membuat keutuhan rumah tangga orang Batak tetap terjaga dan bertahan hingga selama hidupnya. Tidak ada kata perpisahaan walaupun hidup mereka terlihat susah. Walau sudah bertengkar hebat, tidak ada kata perceraian yang terucap diantara mereka. itulah kenyataannya. 

Kendati ada perpisahan, namun hanya pisah ranjang, pisah sementara yang tidak memiki kekuatan hukum. ini memang biasa terjadi dimana ketika si istri sudah marah berat pada suaminya, pastinya sang istri biasanya akan kembali ke rumah orang tuanya.

Bukan untuk bercerai, melainkan si istri hanya ingin memberikan shoot terapi saja  kepada suaminya. Si istri melakukan karena sangat mengharapkan perhatian agar suaminya dapat tetap menyanginya seperti dulu ketika waktu masa pacaran..Hehe.

Melihat istri merajuk balik kerumah orang tuanya, si suami  pastinya akan  datang dengan permohonan maafnya. Jika mengajak istri, si suami harus datang menjeguk istrinya itu kerumah orangtuanya dengan membawa beberapa orang tua yang satu marga  bertujuan untuk melakukan ritual adat sebagai bentuk permintaan maaf kepada istri maupun kepada orang tua si Istri agar si istri mau balikan kerumah.

Bagi orang Batak yang sudah berumah tangga, Hal seperti sering terjadi, itulah roman-romannya, namun tidak ada pasangan nikah orang Batak yang mengaharapakan seperti demikian, sebab itu adalah aib bagi setiap keluarga mereka dan akan menjadi cemohan.

Selain itu, bagi orang Batak, pernikahan adalah suatu yang moment sakrar yang tidak bisa di main-mainkan. Setiap pasangan nikah wajib memegang teguh janji-janjinya. Jika ada percerian, yang menanggung malunya bukan hanya dari yang bersangkutan. Namun semua keluarga  yang bersangkutan pasti akan mendapat berimbas malu.

Selain biaya penikahan cukup mahal, Percerian dalam rumah tangga bagi orang Batak adalah salah satu aib terbesar yang tidak bisa dimaafkan kedua pihak yang berbesan. Maka dari itu, sebelum menikah, dianjurkan bahwa setiap pasangan itu, wajib menyatukan hatinya sebelum dinikahkan.

Ditambah lagi dengan keberadaan anak pada setiap rumah tangga bagi orang Batak, tentunya menjadi salah satu  faktor minimnya perceraian. Anak adalah ikatan batin disetiap pasangannya. Walau badai menghempas, Moneter terus melanda. Keutuhan rumah tangga mereka, tampak takkan tergoyahkan.Tulis dari surat pembaca ini.

Menanggapi dari surat pebaca ini, Kata  Pria Batak yang sudah berumah tangga menuturkan, katanya " Sebagai laki-laki normal, siapa yang tidak mau menikah dan menikah  lagi. tetapi untuk apa, kita tinggalkan orang dan mencari orang, itukan percuma saja. Lagian mana ada istri yang mau di duakan, jikapun itu terjadi, bukan istri kita saja yang tidak terima, keluarganya pun pasti akan lebih tidak menerima. Intinya kembali pada diri kita sendiri. Seandainya saudara perempuan kita dibuat Ipar kita seperti demikian. apa kamu bisa menerima?. pastinya tidak, Begitulah timbal baliknya." Pungkasnya.

Tambahnya lagi, " Selain itu ada beban moral yang kita tanggung ketika sudah menikah, yaitu janji sehidup semati di hadapan Tuhan terhadap pasangan kita. Membohongi diri mungkin bisa kita lakukan. Namun membohongi dan mengingkari janji yang kita Iya kepada Tuhan, menurutku itu sudah sangat berlebihan, kesannya sungguh terlalu. Bukan terhadap Tuhan saja, Lagian apa kamu tega ninggalin istrimu yang sudah memberikan kamu keturunan?. bagaimana nasib anakmu, apakah kamu mau membuang anakmu?. Apa juga kamu tega meninggalkan anakmu tampa ayah. Jika itu terjadi, berarti yang bersangkutan itu bukanlah manusia, Mungkin setan,". katanya serius menanggapi.

Berarti dari inti "Mengapa orang Batak setia mempertahankan rumah tangganya, dapat disimpulkan antara lain karena:
1.Memegang teguh Janji pernikahan
2.Takut akan dosa
3.Tidak ingin melihat Istri dan anak menderita
4.Punya Nalar dan logika.
5.Tidak menganut polygame
6. Kultur adat dan budaya yang kental
7.Memiliki prinsif, bijaksana seperti sikap seorang raja
8.Takut malu
9.Saling menghargai sesama keluarga besan
10.Menganggap pernikahan itu adalah sesuatu yang Sakrar dalam kehidupan.
11.Selalu mencintai istrinya dan menyayangi anak-anaknya. 

Demikianlah penjelasan "Mengapa orang Batak setia mempertahankan rumah tangganya. Semoga artikel kiriman dari pembaca ini, dapat bermamfaat untuk anda ketahui. Kami dari Redaksi terlebih dahulu memohon maaf jika kiranya ada tulisan kata-kata yang tidak sesuai dengan faktanya. Terima kasih.(Ag)

Editor : Agus Budi T