Wednesday, 27 January 2016

Luhut Bangga, Pelajar dari Tobasa ikut seleksi tes di Nasa Amerika

Medan, Dinamika Kepri - Dua siswa SMA Unggul DEL ini memang patut diapresiasi. Keduanya, masing-masing Gilbert Nadapdap dan Gomos Parulian Manalu mengikuti seleksi National Aeronautics and Space Administration (NASA) di San Jose, Amerika Serikat. 

Dua murid berprestasi ini berangkat ke Amerika Serikat, Minggu (24/1/2016) didampingi dua gurunya Elin Bawekes dan Arini Desianti Parawi.

Kepala SMA DEL di Laguboti, Toba Samosir, Alfred H Silalahi mengatakan, dua muridnya tersebut merupakan siswa terbaik mereka.

Karena pada umumnya siswa yang belajar di DEL merupakan anak-anak terbaik yang sudah diseleksi lewat sejumlah tahapan. Alfred memaparkan, Gilbert Nadapdap adalah siswa asal Pematangsiantar sementara Parulian Manalu merupakan siswa asal Tebingtinggi.

Kedua siswa yang sudah diberangkatkan ke NASA tersebut merupakan murid yang  memiliki keistimewaan dalam berbagai hal. Bahkan unggul untuk beberapa bidang studi termasuk Kimia, Fisika, Bilogi, Bahasa Inggris dan Matematika.

Keduanya dibawa ke NASA karena memang merekalah yang ikut terlibat bersama dua guru yang saat ini mendampinginya ke AS.

“Awalnya penelitian inikan kita mengirimkan dua guru kita untuk belajar di NASA. Setelah pulang mereka mengaplikasikan pengetahuan mereka di DEL dan mengajarkannya kepada siswa-siswa kita,” katanya, Selasa (26/1/2016).

Silalahi mengatakan, bahwa dua siswa dan dua guru tersebut telah melakukan berbagai uji coba di lingkungan sekolah mereka. Bahkan mereka sudah menghabiskan waktu dan tenaga untuk pencapaian yang  membanggakan saat ini.

Karena itu, Silalahi berharap kehadiran dua siswa dan keberangkatan mereka menuju NASA dapat menjadi inspirasi bagi pengambangan dunia pendidikan di daerah dan di nusantara.

Jika melihat mata pelajaran yang dipelajari di DEL dan sekolah lain, pada dasarnya tidak ada perbedaan. Namun pihak pengelola sekolah DEL memberikan jam belajar tambahan untuk setiap bidang studi.

Sehingga siswa dapat belajar dan memahami pendidikan itu lebih baik. Silalahi mencontohkan salah satu keberhasilan mereka dalam mendidik siswa dapat dilihat dari tingkat kelulusan serta kemampuan untuk masuk perguruan tinggi terfavorit di Indonesia dan di luar negeri.

Bahkan dia memperkirakan sedikinya 98% dari 108 angkatan pertama SMA unggulan DEL masuk perguruan tinggi terbaik.

“Ini salah satu bukti bahwa kita mendidik mereka dengan pola yang sangat baik. Termasuk dari aspek kedisiplinan dan aspek pemahaman tentang pendidikan itu sendiri,” katanya.

Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan dikutif dalam akun Facebooknya mengatakan, bangga melihat anak-anak didiknya dari kampung Sitoluama-Sumut ini mampu melewati proses seleksi yang dilakukan oleh NASA.

Hingga sekarang mereka berhasil masuk pada tahapan terakhir tes di NASA. Tes terakhir ini akan menentukan apakah micro lab mereka yang meneliti tentang “micro-aerobic fermentation in space with micro gravity” layak diterbangkan ke stasiun ruang angkasa milik NASA tahun ini.


"Sebelum mereka bertolak ke Amerika, saya berpesan kepada mereka bahwa selama di San Jose, mereka bukan hanya mewakili SMA Unggul Del tapi juga mewakili seluruh anak-anak SMA di Indonesia. Kepada Gilbert Nadapdap, Gomos Parulian Manalu serta kepada Ibu guru Elin Bawekes dan Arini Desianti Parawi, saya ucapkan selamat bekerja dan selamat berjuang! Tunjukkan bahwa orang dari kampung juga bisa tampil di kelas dunia," kata Luhut.

Status Luhut tersebut mendapat ribuan respon positif dari para pengguna jejaring sosial. Pasalnya untuk pertama kalinya siswa yang belajar di salah satu kabupaten di kawasan Danau Toba berhasil melewati seleksi yang dilakukan oleh NASA tersebut.

Bahkan jika test terakhir mereka berhasil maka micro lab milik mereka akan diterbangkan ke angkasa luar.

Dengan kata lain, siswa yang belajar di salah satu Kecamatan di Tobasa tersebut akan menyapa angkasa luar dengan penelitian dan pengembangan pendidikan yang mereka lakukan.(int)

Editor : Agus Budi T