Friday, 22 January 2016

Kuburan Sei Tamiang dijual ?, Ardiwinata : Itu tidak benar

Ardiwinata.
Batam, Dinamika Kepri- Adanya desas desus sejak tahun 2014 lalu yang  menuturkan bahwa  Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Tamiang katanya telah dikuasi oleh salah satu pengembang Property salah satu di Batam. Selain dikuasai juga akan dialih fungsikan menjadi tempat pusat Pasar.

Menanggapi hal itu, Ardiwinata selaku Humas Pemerintah Kota Batam mengatakan, itu tidak benar.

" Itu tidak benar. Itukan tempat pemakaman miliknya semua umat, Ada umat Islam, umat Nasrani, dan umat Budha yang dimakamkan disana. Jadi itu adalah informasi yang tidak benar." kata Ardi memastikan, Jumat (22/1/2016).

Pada tanggal 24 April tahun 2014 yang lalu, salah satu narasumber yaitu pengurus dari Lembaga Investigasi Kinerja Aparatur Negara (LIKAN) yang bernama Pak Azis yang menjabat sebagai  Dewan Pimpinan Daerah Provinsi Sumatera perwakilan Batam.

Kata dia kepada wartawan ini saat itu, TPU Sei Tamiang, sudah dijual BP Kawasan kepada PT MAS dan akan segera dibangun pasar rakyat. (Baca berita sebelumnya).

Sebut Likan BP Batam telah menjual pemakaman itu kepada perusahaan yang dimaksud diatas, Melalui posel pesan singkat awak media ini juga telah berusaha melakukan confirmasi kepada Purnomo Andiantono selaku Humas BP Batam. Namun sampai berita ini dimuat, Ia belum menjawabnya.

Sebelumnya, awak media ini juga telah menayakan desus desus yang membuat masyarakat Batam resah ini ke BP kawasan Batam melaui Bapak Selamet sebagai Kabid bagian lahan di lantai II yang saat ini sudah pensiun, kata dia waktu itu menjawab, saya tidak tahu persis.

" Saya tidak tahu persis masalah itu.lagian masa kuburan dijual ?." Jawab Slamet singkat via ponselnya pada hari Jumat (25/4/2014) lalu kala itu.

Kembali ke LSM Likan, pengurus LSM perwakilan Batam ini juga memastikan kebenaran informasi tersebut, katanya jika ada masyarakat yang ingin memindahkan jenasah keluarganya, boleh lansung Ke BP Batam untuk mendapatkan informasinya.

" Bagi para keluarga yang ingin melakukan pemindahan jenasah keluarganya, BP kawasan akan di memberikan kompensasi sebesar Rp 2,5 juta, enggak percaya ?, itu datanya ada di lantai II Gedung BP kawasan." Ucap pengurus Likan itu memastikannya (21/4/2014) lalu, dikomplek Maritim Jodoh, Batam.

Sebelumnya tanggal (26/4/2014) lalu, awak media ini juga melakukan confirmasi kebenaran pernyataan LSM Likan tersebut kepada walikota Batam, Ahmad Dahlan, tetapi waktu itu Walikota tidak meresponnya.(Ag)

Editor : Agus Budi T