Wednesday, 27 January 2016

Ketahui, Ternyata memiliki teman itu, Ada untung dan ada sialnya juga

ilustrasi
Batam, Dinamika Kepri- Surat dari Pembaca. Ada istilah yang mengatakan, semakin banyak teman semakin besar pula peluang baik yang datang kepadanya.Namun di dalam rubrik istilah tersebut bukanlah menjadi patokannya.

Mungkin ada penah mendengar istilah 'Menumpang kapal bocor atau juga istilah menumpang kapal karam', mengapa dikatakan demikian? mungkin itulah artinya hanya numpang dapat sial.

Menumpang kapal bocor adalah kata kiasan, dimana orang lain yang memakan nangka kita ikutan terkena getahnya. Padahal kita sama sekali tidak mengetahui apa yang sudah dilakukan teman itu hingga bisa melibatkan kita. Namun karena teman tadi selalu bersama kita. pasti kita juga dituduh ikut melakukannya.

Sebelum terjadi, maka dari itu pandai-pandailah memilih teman agar tidak terkena imbas dari kesialannya. Teman yang melakukan kesalahan kita yang dekat dengannya akan dapat terkena dampaknya. Kata orang menyebutnya Numpang kebagian sial, padahal kita tidak tahu apa yang telah dilakukannya.

Berteman dengan maling,  kita pasti akan dituduh ikut maling, berteman pengedar Narkoba, sudah pasti kita juga ikut menjadi target polisi. Maka dengan itu bertemanlah dengan orang yang baik agar  kita juga disebut orang baik. ya setidaknya kita bisa menghindari dari hal-hal yang tidak baik. itulah pembahasan tentang sialnya jika memiliki teman yang tidak baik.

Tapi yang pasti, memiliki teman itu akan lebih baik daripada tidak sama sekali. memiliki teman adalah sifat sosial baik setiap individu. Nah jika anda tidak mau berteman dengan siapaun, disarankan agar anda baiknya tinggal di hutan saja.

Ternyata mempunyai teman itu ada hoki-hokinya juga.Mengapa dikatakan demikian?, Ya itulah faktanya. terkadang disaat ketika kita  melakukan usaha kerja bersama. hasilnya dapat diraih dengan baik. selain itu keberadaan teman bisa menjadi suport unutk mendukung kita.

Namun tak jarang ada banyak orang yang kerap memamfaatkan temannya untuk tujuan demi keuntungan pribadinya. setelah ia merasa mendapatkan apa yang ditujunya, teman yang tadi iklas membantu akan dianggapnya hanya sebagai orang bodoh yang bisa dikendalikannya, padahal itu anggapan yang salah. itulah hokinya memiliki teman yang bisa dimamfaatkan.

Ada yang seperti demikian, maka itu teman yang tadinya iklas membantu, berlahan akan mulai menjaga jarak. Bermacam alasan seribu bahasa akan dilontarkan dengan sopan  tujuannya agar tidak dapat diperdaya lagi.

Maka itu pandai-pandaillah memilih teman. Bukan karena orang tersebut kaya lalu kita temani, tidaklah demikian. Berteman dengan orang yang susah akan lebih baik dari pada berteman orang kaya. memiliki teman orang yang susuah juga dapat memberikan ilham untuk mengintrpeksi diri. kearah yang lebih.

Berteman dengan orang kaya juga baik, Namun langkah baiknya harus diwanti-wanti. Pasalnya  berteman dengan orang kaya itu ujungnya pasti tidak baik. banyak cerita, banyak cakap. Biasanya jika mereka sudah pernah membantu kita, pastinya akan bahan cerita baginya, menceritakan kebaikannya kepada semua orang.

Bagi mereka yang kaya, membantu teman itu hanyalah motivasi membuat seakan-akan yang dibantunya telah berhutang budi kepadanya dan melakukan apa yang diperintahkan.

Bahkan yang lebih parahnya lagi, mereka membantu teman terkadang hanya untuk menjebak karena ada tujuan yang tidak baik di baliknya.

Memilih teman tidak ada bedanya seperti memilih pasangan hidup. Pilih teman yang bisa sehati satu kata satu pendapat. Jika itu tidak di dapati terhadap seorang teman, alangkah teman itu dijauhi saja sebelum sempat terjadi kesalah fahaman.

Kembali kejudul lagi yang menyebutkan " Memiliki teman ada untung dan sialnya", Jelas itu benar sebagaimana seperti yang sudah dipaparkan diatas. Jika sudah demikian, pilihlan teman ada untungnya dan jauhkan teman  yang akan menimbulkan kesialan.(Ag)

Editor : Agus Budi T