Thursday, 21 January 2016

Kenapa ada istilah apek-apek Singapura ?, Ketahui inilah penjelasannya

ilustrsi.
Batam, Dinamika Kepri-Kata apek adalah kata sebutan bagi pria keturunan Cina di Negara Singapura. di indonesia kata Apek juga berlaku bagi keturunan Tionghoa, gelar Apek biasanya ditujukan bagi setiap pria yang sudah memiliki umur lanjut

Kata Apek artinya kakek.  Apek-apek berarti kakek-kakek, namun yang terkenal  adalah apek-apek Singapura. bukan kakek-kakek indonesia. mengapa demikian ?. itulah perbedaan  antara kita dengan negara mereka (Singapura=red).

Di negara Patung Merlion ini, semuanya  aturan tertata dengan baik, Hidup mereka nyaman, semua warga di negara itu wajib diprioritas untuk bekerja.

Selain itu mereka wajib menyisihkan uang penghasilan ke pemerintah dengan sistem pemotongan gaji langsung setiap bulannya untuk jaminan masa tuanya.

Kalau di indonesia itu memang ada namun hanya berlaku bagi PNS saja,  di indonesia disebut uang pensiun, kalau di Singapura disebut Wang CBF.

Wang CBF ini dapat diambil jika yang bersangkutan sudah berumur 55 tahun dan pemerintahnya wajib memberikannya. bahkan jika yang bersangkutan lupa untuk mengambil, pemerintahnya pasti  akan mengigatkannya.

Dari penuturan Apek Singapura kepada media ini, menyebutkan, Jumlah wang CBF yang diterima itu ucapnya berbeda-beda tergantung  berapa persen potongannya. Kalau dulunya bergaji besar, besar pula potongannya dan besar pulalah uang akan diterimanya. ia sendri mengatakan CBF  yang di terimanya, cukup membeli kes 3 unit perumahaan tipe 36 di Batam.

Maka tidak heran ketika warga Singapuara itu sudah tua pasti terlihat akan semakin mapan dibanding aktu mudanya. sebab uangnya sudah banyak dari hasil CBF nya.

Selain itu. di negara Singapura setiap anak yang sudah bekerja, wajib memberikan pengahasilan kepada orang tuanya minimal 200 dollar atau sekitar 1,8 Juta perbulannya. Jika itu tidak dilakukan, pemerintah akan memberikan sangsi hukum kepada sang anak yang mencoba menjadi durhaka.

Walaupun sudah tua dan sudah mengambil wang CBF nya, para apek-apek masih juga dipekerjakan atau dikaryakan oleh pemerintahnya untuk tetap bekerja, ada yang dibuat menjadi penyapu jalan, perawat taman, penjaga  Toilet bahkan ada juga yang memilih menjadi penggali kubur. 

Kata apek itu kepada media ini, daripada bengong gak ada kegiatan. Mendingan bekerja, lagian bukan gratis kita digaji pemerintah.

Ucapnya tidak dipaksa untuk bekerja, bagi yang mau saja. walaupun ada jatah dari anak mereka untuk setiap bulannya, katanya para apek di negara itu tetap bekerja untuk penghasilan sampingan.

Ketika awak media ini menanyakan untuk apa bekerja lagi, Apek yang bernama Lie Cik Kern ini  menjawab kalau hasil yang di dapatnya itu, hanya tambahan untuk Kea-kea atau jalan-jalan ke luar negeri.

" Kea-kealah, jalan Batam, Pegi Tanjung Pinang, pegi Balai, jumpa kawan-kawan, makan-makan mana tempat mana suka, angkat cabo, hali  anam masuk, hali tuju balik Singapu, minggu-minggu itu macamlah." Kata Apek yang sudah berumur 60 tahun ini dengan logatnya bahasanya.

Lie Cik Kern  adalah satu diantara ribuan apek yang datang ke Batam disetiap hari Sabtunya. Dekatnya Batam dengan Singapura, Batam adalah pilihan mereka dibading daerah lainya seperti Tanjung Pinang maupun Tanjung Balai Karimun.

Bisa kita lihat, setiap hari sabtu dan minggunya para Apek dari Singapura datang ke Batam. mereka datang hanya untuk menghabiskan uangnya.

Melihat peluang itu, bisnis Hotel pun terus menjamur. Selain itu, bisnis esek-esek juga berkembang pesat. maka tidak heran kalau Batam itu lebih terkenal dengan wisata sexnya ketimbang jenis wisata lainnya.

Walau Batam terkenal dengan wisata sexnya,  wisata kuliner juga ikut dapat kecipratan untungnya.

Itulah Apek-apek Singapura. Waktu kecilnya bahagia, mudanya senang tuanya foya-foya sudah matipun masuk surga pulak. 

Bukan seperti kita menghayal masuk surga, Gimana mau kesurga masa kecil saja menderita, muda melarat,  tuanya sengsara matinya pun masuk neraka.(Ag)

Editor : Agus Budi T