Saturday, 16 January 2016

Imigran gelap asal Timur Tengah yang terlantar di Batam, Mulai meresahkan

Imigran gelap asal timur tengah yang berada di Batam.

Batam, Dinamika Kepri -Puluhan imigran gelap asal timur tengah yang terlantar dan bertahan di Batam, Kepulauan Riau, saat ini sepertinya keberadaan mereka sudah semakin meresahkan. pasalnya sudah ada yang mengeluhkannya.

Saat ini (15/1/2016), mereka tampak masih tinggal di taman Aspirasi tepatnya di depan seberang jalan kantor Imigrasi kota Batam di Batam Centre. 

Keresahaan itu mulai terasa bagi warga terutama bagi para pedagang makanan disekitarnya. contohnya saja seperti yang dialami salah seorang wanita pedagang makanan yang berjualan dikantin Dprd Batam.

Wanita asal Sumatera Barat ini mengeluhkan sikap para pengungsi karena tidak beretika ketika mereka sedang membeli makanan ke kantinnya. Ucap wanita itu, mereka sering berulah dan membuatnya jengkel.


"
Ulah mereka ini  membuatku jengkel, di kasih hati minta jantung pula pengungsi ini, kita memang kasihan, tapi kalau begini terus, yang ada  aku malah bengkrap. ini jualannya pakai modal. sudah itu kalau mereka kesini enggak kira-kira makannya, bayar cuma Rp 5000, lauknya 2 potong ayam, ngomong chiken-chiken enggak mau yang lain, sudah itu makannya pun bukan sedikit, kalau ngerti ini masih mending, ini sudah kenyang banyak tingkah, giliran mau bayar pakai nawar-nawar, pakai sok bingung pula lagi.  Omongannya pun tidak bisa dimengerti. Seandainya aku bisa bahasa inggris, sudahku maki-maki orang itu. Pokoknya kalau sudah jam makan siang, Peninglah aku bang, " Kata wanita itu sedih kepada wartawan ini, Jumat sore (15/1).

Diketahui,  Puluhan imigran gelap itu berasal dari timur tengah sebagi pencari suaka, Para pengungsi ini sudah berbulan-bulan tinggal di taman Aspirasi tersebut. selain itu, setiap harinya mereka ini selalu terlihat berkeliaran disekitar kantor Dprd Kota Batam untuk mengambil air minum dari depot yang tersedia di sekitar kantor Dprd Batam .


Dan jika malamnya, sebagaian dari  mereka juga terlihat memamfaatkan Musollah di depan kantin Dprd sebagai tempat istirahat tidur mereka setiap harinya.

Para imigran yang berasal dari Negara Sudan dan Afganisthan, mereka  mengaku masuk ke Batam melalui Negara Malaysia. Ngakunya mereka kabur dari negaranya untuk menghindari perang komplik yang berkepanjangan yang tidak pernah berkesudahan.


Tidak tahu pasti mengapa sampai saat ini, mereka masih bertahan ditempat itu, sepertinya keberadaan para pengungsi tersebut, diduga tidak begitu diperdulikan oleh pemerintah kota Batam.(Ag)

Editor : Agus Budi T