Sunday, 10 January 2016

Hati-hati waspadai bahaya Smartphone terhadap anak anda

Ilustrasi .
Dinamika Kepri-Sudah saatnya kita mewaspadai  bahayanya anak-anak menggunakan Smartphone, sebab faktanya dapat merusak otak anak menjadi tidak normal.

Pesatnya Tehnologi moderen seperti sekarang ini, ternyata bukan hanya diiginkan oleh orang yang dewasa saja. Apalagi setelah munculnya gadget, terlebih smartphone, seluruhnya jadi berubah. Televisi dan komputer saat ini mulai ditinggalkan, dan banyak anak-anak yang mengawali belajar dan mencari info dari smartphone hingga membuat malas belajar, akibat otak anak jadi rusak.

Tidak menutupi, dimana setiap tehnologi selain memberi manfaat yang baik, juga memberi efek yang buruk, bila tak diikuti dengan pengawasan dari orang-tua. Terlebih anak-anak bisa dengan gampang terhubung ke internet, yang dapat mencari info apa pun juga tanpa batas.

Gadget, terutama smartphone juga menghidangkan berbagai macam permasalahan, yang bisa mengganggu kekuatan serta kesehatan anak-anak secara keseluruhan. Nah jika ingin mengatahui apa saja dampaknya, inilah rinciannya yang kami kutip dari 9reportase.blogspot.co.id. sebagai berikut,

1. Menghabiskan waktu di layar yang panjang bisa mengakibatkan Emotional Quotient (EQ) rendah pada anak-anak.

Hal semacam ini sangatlah beresiko loh, terlebih selama tiga th. pertama dalam kehidupan seseorang anak. Asosiasi dokter anak di Amerika tak merekomendasikan pada anak saat sebelum umur dua th., untuk menggenggam smartphone, termasuk juga melihat tv dengan teratur.

Anak bakal alami kesusahan berkomunikasi dalam kehidupan nyata, bila mereka sering memandang layar. Mereka bakal lebih konsentrasi pada layar terutama smartphone, dari pada memerhatikan satu sama lain. Ini bukan sekedar himbauan untuk anak-anak saja, bahkan juga remaja maupun orang tua.

2. Kesulitan berbicara.


Anak-anak dibawah usia 2 th., menurut American Academy of Pediatrics (AAP), tak mempu mengerti apa yang ada di monitor. AAP menyampaikan bahwa, balita dibawah umur dua th. tak mempunyai kekuatan kognitif untuk mengerti apa yang tertera didalam monitor. Hingga mereka bakal alami kesusahan untuk bicara, terlebih pada orangtua dan anak. Survey yang dilakukan oleh Common Sense Media mengungkap bahwa, 38 % dari anak-anak di bawah 2 th. sudah memakai gadget seperti smartphone atau tablet, bahkan juga saat sebelum mereka dapat bicara atau berjalan. Ngeri banget ya guys. Jangan sampai adik anda atau salah satu dari anggota keluarga anda mengalami hal ini.

3. Kurang aktif bermain.


Saat anak-anak di bawah umur 12 th., mereka bakal menghabiskan semakin banyak waktu di depan monitor, dari pada bermain diluar. John Ratey, seorang dokter di Harvard, menuturkan dalam bukunya, bahwa keuntungan dari bermain diluar bikin anak jadi sehat secara fisik dan nyaman secara sosial. Bahkan juga 10 menit kesibukan fisik, bisa merubah langkah dan fungsi otak. Nah bila telah kena smatphone, pasti akan tidak ada kegiatan bermain, hingga fingsi otak pastinya bakal menurun.

4. Kesehatan berkurang.

Penggunaan terus-menerus dari gadget berteknologi tinggi bisa menyebabkan permasalahan kesehatan untuk anak dan orang-tua. Layar back-lit yang dipakai untuk komputer dan smartphone juga dapat mengakibatkan permasalahan mata. Terlebih waktu jalan sembari dengarkan musik yang menggelegar langsung ke telinga, menyebabkan sakit kepala dan kesulitan pendengaran. Bahkan sosial media dapat bikin anak-anak lebih mudah stres. Nah tidak heran kan saat ini sangat banyak anak-anak stres. Ini efek memakai smartphone yang terlalu berlebih.

5. Anak-anak menderita penyakit mental.


Proyek PEACH, yang dikerjakan pada kian lebih 1. 000 anak-anak pada umur 10 serta 11 th., ditemukan bahwa anak-anak yang menggunakan kian lebih dua jam di depan monitor smartphone bakal menanggung derita kesulitan psikologis. Ini termasuk juga depresi, kecemasan, kurangnya perhatian dan tingkah laku anak sering bermasalah

Anak-anak mesti berhubungan dengan orang-tua atau pengasuh dari beberapa besar saat mereka. Anak-anak dirancang untuk belajar berhubungan dengan manusia yang lain, dari pada belajar dari layar. Saat anak Anda memandang monitor, keterampilan verbal mereka, pengembangan emosional, serta perhatian bisa menyusut dengan cara tajam. Oleh karenanya, cara tradisional dalam belajar harus selalu dilaksanakan.

Bila anda telah baca informasi ini, buruan kasih tau adik, tetangga, adik rekan atau saudara anda yang masih anak-anak, jangan sampai masa kecil mereka yang penuh kebahagiaan serta masa depan cerah direnggut oleh keganasahan smartphone, bukan melarang untuk menggunakansmartphone, namun bila anak telah diberi smartphone, jadi orangtua harus selalu memantau serta mengikuti. Supaya smartphone jadi manfaat, bukanlah sebaliknya. Semoga bermamfaat.



Editor : Agus Budi T