Saturday, 16 January 2016

Gelper di Batam, Serap banyak tenaga kerja

ilustrasi pekerja
Batam, Dinamika Kepri-Ternyata Gelanggang Permainan (Gelper) yang kini menjamur di kota Batam, selain menunjukan kesan Negatif bagi sebagian orang, Gelper juga masih memiliki nilai positifnya, pasalnya sejak gelper beroperasi di Batam beberapa bulan ini, telah banyak membantu menyerap tenaga kerja bagi masyarakat Batam.


Diketahui, dari satu titik Gelper saja, bisa mempekerjakan 15 hingga 25 orang. Yang terhitung saat ini, ada kurang lebih sekitar 20 titik Gelper yang sudah beroperasi diseluruh pejuruh Batam. Jika dikalkulasikan seminimnya berarti seluruh Gelper telah memperkerjakan sekitar 400 hingga 500 orang.

Terkait  Gelper di Batam yang  telah banyak menyerap tenaga kerja, kata Humas Pemko Batam, Ardiwinata, kepada media ini, Sabtu malam (16/1) menaggapi, katanya itu sangat baik.

" Itu sangat baik, namun perlu diingat  setiap Gelper wajib memiliki legalitas, mereka wajib menjalankan sesuai aturannya. Pemerintah kota Batam tentunya sangat mendukung sebab telah banyak menyerap tenaga kerja. Namun perlu di ingat kembali jika ada gelper yang sengaja melakukan tidak perjudian, Maka tidak segan-segan akan segera menindaknya." Ucap Ardi melalui ponselnya menanggapi.

Selain itu, Ardiwinata  yang akrab disebut Bang Ardi ini, menambahkan, katanya, untuk meningkatkan kepariwisataan di Batam, Pemerintah tidak hanya terfokus ke satu sektor saja seperti gelper, namun juga mendukung di bidang sektor wisata lainnya seperti Kuliner, dengan usaha  Membuka Restorand dan Pujasera yang hendaknya dapat lebih banyak menyerap tenaga kerja.

Kembali ke Gelper lagi, Kata seseorang yang memahami aturan main Gelper yang juga diketahui salah satu pengurus di Asosiasi gelanggang permainan di Batam kepada awak media ini menuturkan, katanya jika ada yang ingin membuka usaha Gelper, hendaknya harus memiliki perizinan (Legalitas) yang diketahui ada 4 item perizinan yang dikeluarkan oleh pemerintah kota Batam antara lain, Izin dari Badan Penanaman Modal (BPN), Izin dari Dinas Pariwisata dan kebudayaan (Disparbud), Izin dari Badan Penanggulangan Dampak Lingkungan Daerah ( Bapedalda) dan izin dari Dinas pendapatan Daerah (Dispenda).

Namun, kedati sudah memiliki ke-4 izin tersebut, bukan berarti serta merta bisa leluasa melakukannya. Tetap mengikuti aturannya. Dan yang paling perlu lagi, sebelum mengoperoperasi  gelper, wajib ada persetujuan dari izin sepadan atau warga sekitarnya dan minimal jarak lokasi gelper  200 meter dari pemukiman maupun dari tempat rumah ibadah, jika pun ada, Ucapnya mengakhiri.(Ag)

Editor : Agus Budi T