Wednesday, 13 January 2016

Inilah Kiat meminjamkan uang kepada teman maupun kerabat

Ilustrasi.
Dinamika Kepri- Jika kita bersedia memberikan pinjaman uang kepada teman atau kerabat, bersiaplah untuk kehilangan uang itu selamanya.© Shutterstock

Ketika berhadapan dengan masalah pinjam-meminjam uang, konsultan keuangan pribadi mengatakan: jangan pernah meminjamkan uang kepada teman atau kerabat.

Mengapa demikian?

Credit.com menyebutkan kebanyakan dari kita adalah orang-orang yang sangat baik hati sehingga mau menolong teman atau keluarga yang membutuhkan bantuan keuangan. Bahkan seandainya mereka telah gagal mengajukan pinjaman ke bank, kita masih tetap mau memberikan pinjaman uang.

Padahal, ketika bank menolak memberikan hutang kepada teman atau kerabat kita, kemungkinan besar itu karena mereka diperkirakan tidak mempunyai kemampuan untuk mengembalikan hutang.

Artinya, jika kita bersedia memberikan pinjaman uang, bersiaplah untuk kehilangan uang itu selamanya.

Benar-benar sebuah dilema, bukan? 

Berikan pinjaman sesuai dengan kemampuan© Shutterstock

1. Pahami dengan saksama siapa yang akan dibantu

Sebagai teman atau kerabat, tentu kita sebaiknya tahu siapa yang akan kita bantu. Teman yang membutuhkan uang untuk memulai usaha tentu bisa kita pertimbangkan untuk diberi pinjaman.

Sementara kerabat yang suka berfoya-foya ada baiknya kita keluarkan dari daftar orang yang akan kita bantu.

2. Jangan sungkan untuk mengatakan TIDAK

Kita bukan lembaga bantuan sosial yang bisa memberikan uang kepada semua orang. Jika memang tidak berniat memberikan pinjaman, katakan TIDAK dengan sopan agar kita terhindar dari masalah di kemudian hari.

3. Berikan pinjaman sesuai dengan kemampuan

Jika memang berniat memberikan pinjaman, berikanlah sesuai dengan kemampuan kita. Jangan sampai kita harus berhutang kepada bank atau orang lain untuk diberikan kepada teman atau kerabat.

4. Jangan berharap menerima bantuan dari teman yang kita pinjami uang

Jangan pernah berharap si teman penerima bantuan untuk memberikan bantuan dalam bentuk apapun sebagai bagian dari pembayaran hutang.

5. Perlakukan hutang sebagai sebuah perjanjian bisnis

Meminjamkan uang sama dengan sebuah perjanjian bisnis. Forbes.commenyarankan gunakan surat perjanjian sebagai bukti adanya transaksi keuangan. Nyatakan dengan jelas berapa jumlah yang yang dipinjamkan, kapan waktu pengembaliannya, dan berapa bunga pinjaman yang disepakati. Kedua belah pihak harus menandatangani dan memegang salinan surat perjanjian itu.

6. Jangan mencaci maki keadaan keuangan teman atau kerabat yang meminjam uang

Berikan mereka solusi keuangan dengan meminjamkan uang, namun jangan pernah mencaci maki keadaan keuangan mereka. Ibarat orang yang sudah jatuh, jangan lagi timpa mereka dengan tangga yang berat.

7. Katakan bahwa pinjaman ini untuk sekali saja

LearnVest.com mengibaratkan bahwa kita bukan mesin ATM yang bisa sewaktu-waktu mengeluarkan uang dengan mudah. Katakan ini agar peminjam menyadari bahwa mereka hanya mempunyai kesempatan meminjam uang sekali saja sampai hutang dilunasi.

8. Hindari meminjamkan uang karena alasan emosional

Orang yang membutuhkan pinjaman sering kali bisa mengeluarkan air mata buaya. Jangan tergoda oleh kepura-puraan mereka. Pinjaman boleh diberikan bukan karena rasa belas kasihan, namun karena memang mereka membutuhkan bantuan.

9. Gunakan langsung uang pinjaman untuk menyelesaikan masalah

Seandainya sang teman ingin meminjam uang untuk melunasi angsuran kredit mobil, mintalah izin untuk langsung membayarkan uang yang Anda pinjamkan itu ke perusahaan leasing. Dengan demikian, uang pinjaman tidak akan disalahgunakan.

10. Jangan berkoar-koar

Hutang itu adalah urusan pribadi antara Anda dan penerima pinjaman. Tidak perlu Anda memberi tahu orang lain bahwa sejumlah uang dipinjamkan kepada sang teman. Nah, jika si teman ini telat membayar hutangnya, tagihlah langsung kepadanya, bukan kepada istrinya atau adiknya.

11. Tagihlah hutang sesuai perjanjian

Lifehacker menyarankan agar jangan ragu-ragu untuk menagih hutang jika sang teman belum membayarnya. Tidak perlu merasa sungkan mengejar pembayaran hutang. Sang teman meminjam uang, Anda memberinya pinjaman, kini waktunya menagih sesuai dengan perjanjian.

12. Jangan pernah berhutang kepada orang lain untuk diberikan kepada teman atau kerabat

Seorang teman membutuhkan pinjaman uang. Anda tidak mempunyai uang untuk dipinjamkan. Tetapi Anda bersedia untuk mencarikan pinjaman atas nama Anda untuk dipinjamkan kepada sang teman. Itu adalah awal dari sebuah bencana. Jangan pernah lakukan itu.

13. Tawarkan bantuan dalam bentuk lain

Selain memberikan pinjaman secara langsung, Anda bisa menawarkan proyek yang bisa dikerjakan sang teman yang bisa menghasilkan uang. Atau, berikan nasihat-nasihat keuangan sehingga mereka bisa lepas dari masalah keuangan yang mereka hadapi.

14. Jangan berikan tabungan sebagai pinjaman

Tabungan untuk keadaan darurat atau investasi baru jangan pernah diberikan sebagai pinjaman ke teman. Itu adalah uang hasil jerih payah Anda yang tidak seorang pun bisa mengambilnya. Berikan argumentasi yang tepat jika sang teman terus mendesak minta pinjaman.

15. Buatlah skenario terburuk

Meminjamkan uang ke teman atau kerabat membuka peluang terjadinya konflik jika terjadi gagal bayar. Buatlah skenario terburuk jika hal seperti itu terjadi. Relakan saja hutang itu tak terbayar daripada persahabatan rusak, demikian saran dari Money US News.

16. Jangan masukkan diri ke dalam masalah demi teman

Apalah artinya membantu teman atau kerabat jika akhirnya Anda sendiri terjerat dalam sebuah masalah baru? Masalah mereka bukanlah masalah Anda. Anda tidak mempunyai kewajiban untuk menyelesaikannya jika memang Anda tidak mampu melakukannya.

Source: Beritagar.id