Tuesday, 26 January 2016

Oknum Bapedalda diduga telah terima upeti, Akibatnya perusahaan penimbun Limbah B3 ini, Lolos dari jeratan hukum


Tampak Limbah B3 ditimbun ditengah Kabil, Batam, telah di Police line.  Foto diambil pada hari Selasa (25/1/2016)
Batam, Dinamika Kepri- Sudah 6 bulan sejak tahun 2015, Limbah jenis B3 ini (Gambar diatas=red) sudah di Police Line oleh petugas dari Bapedalda Kota Batam, namun limbah yang sengaja ditimbun ditengah hutan Kabil oleh salah satu perusahaan eskportir limbah di Batam ini, sengaja dibiarkan bahkan tidak ada proses hukumnya.

Melihat sudah setengah tahun limbah ini tidak diproses secara hukum. kuat dugaan kalau pihak Bapedalda kota Batam telah main mata dengan pihak perusahaan.Pasalnya tidak ada sangsi apapun yang diberikan oleh pihak Bapedalda kota Batam.

Melihat itu, tentunya telah menjadi tanda tanya besar dikalangan media. ada apa gerangan? Padahal sudah jelas-jelas bahwa limbah itu adalah limbah B3 jenis limbah padat yang dapat mencemari ataupun merusak lingkungan,  dan tetap saja dibiarkan.

Kenapa tidak diproses secara hukum ?, Ir.Dendi Purnomo, Kepala Bapedalda kota Batam, menjawab karena pihak perusahan tidak mau datang untuk mengindahkan penggilannya.

"Bukan kita tidak memprosesnya, masalahnya yang bersangkutan itu tidak mau datang, padahal kita sudah melakukan pemanggilan sebanyak 2 kali, namun  tetap saja pihak perusahaan itu tidak mau meresponnya." kata Dendi menjawab awak media ini, Jumat tanggal 15 Januari 2016 lalu ketika diconfirmasi.

Dalam UU RI No 32 tahu 2009 tentang perlidungan dan pengelolaan lingkungan hidup jelas dituangkan bahwa setiap orang yang melanggar dengan melawan hukum dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup, akan diancam dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta.

Itulah sangsinya, namun setelah melihat kinerja yang telah dilakukan oleh Bapedalda Kota Batam, Undang-undang tersebut, hanyalah tinggal Undang-undang belaka yang hanya tertulis diatas kertas, tidak berlaku pasalnya tidak ada penegakan yang dilakukan.

Dan sangat ironis, jika pelaku perusak lingkungan bisa lolos dari jeratan hukum hanya karena beralasan tidak mau datang untuk bertanggungjawabkan perbuatannya, Terkesan kalau jawaban yang disampaikan Ir. Dendi Purnomo tersebut, tidak masuk akal. Pasalnya hanya karena tidak mau datang, pelaku lolos begitu saja.(Ag)

Editor : Agus Budi T