Wednesday, 16 December 2015

Usai Kapal berangkat, Oknum Petugas Pelni Terima Uang dari Toke barang

Petugas Pelni ini tampak  memasukan uang ke sakunya.
Batam, Dinamika Kepri- Penyeludupan barang-barang tujuan Jakarta yang diduga Minuman Keras (Miras) merek Luar negeri di pelabuhan Beton Sekupang, sepertinya tidak bisa dihentikan atau di bendung oleh siapapun.

Tidak tahu juga jika aksi larang melarang yang dilakukan oleh petugas yang tengah berjaga disaat kapal pelni itu masuk,  hanya sebagai modus belaka, pasalnya dari sekian banyaknya barang milik pedagang terpakir teronggoh diatas dermaga sebelumnya, terlihat masuk satu persatu.

Terlihat jelas, barang yang hendak dimasukkan ke kapal itu, dikemas ke dalam tas Travel tujuannya untuk mengelabui petugas. Alhasil dari pantuan media ini barang-baran tersebut masuk dengan leluasa. dan yang palin parahnya lagi. setelah barang masuk ke kapal. para buruh angkut tidak segan-segan menampakkan aksi dengan membuang tas Travel yang kosong dari atas kapal.





Terlihat buruh Pelabuhan hendak menjatuhkan tas yang sudah kosong setelah berhasil mengelabui petugas.

Walau sudah terlihat demikian, para petugas yang berjaga saat itu seperti tidak menghiraukan. Bahkan yang paling anehnya lagi, setelah kapal tujuan Jakarta Milik Pelni itu diberangkatkan (16/12/2015), terlihat media ini, salah satu petugas dari Pelni yang bertugas di Batam, Tampak menerima lembaran uang yang jumlah besar dari seorang yang dikenal Toke Barang.

Melihat aksi itu, awak media ini menyambangi petugas Pelni tersebut, dan menanyakan, uang apa yang diterimanya dari toke barang tersebut, dan petugas Pelni itu menjawab, katanya uang yang diterimanya itu pembayaran bagasi minggu lalu.

" Oh itu uang pemabayaran bagasi minggu lalu, kalau tidak percaya ini suratnya.'' tegasnya namun tak kunjung menunjukan surat yang dimaksudnya.

Dalam aksi penyeludupan barang di kapal Pelni itu, pastinya telah merugikan Pemerintah kota Batam, dimana Batam adalah daerah Free Trade Zone (FTZ). melihat aksi itu  potensi wilayah Kepri dengan status kawasan ekonomi khusus atau disebut juga FTZ, tidak berlaku.(Ag)

Editor : Agus Budi T