Saturday, 19 December 2015

Penumpang Kelud Tujuan Belawan membludak, Penjagaan diperketat, Calo tiket panen raya

 Cap Tiket, Tampak Robbie. A,  sedang  memberikan tanda cap pada Tiket penumpang sebelum di izinkan memasuki ruang tunggu.


Batam, Dinamika Kepri- Ribuan calon Penumpang Kapal Pelni KM Kelud  dari Batam Tujuan Belawan, Medan, Sabtu, (19/12/2015) terlihat membludak di Pintu masuk Pelabuhan beton Sekupang. Selain itu penjagaan masuk, juga di perketat.

Pemeriksaan tiket penumpang diperketat oleh petugas dari Pihak Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni),dan bagi penumpang yang tidak memiliki tiket, jangan harap bisa masuk. Akibat itu, para calo Tiket kapal Pelni tersebut, terlihat tengah Panen Raya. Kendati harga yang di tawarkan Para calo terbilang mahal, mau tidak mau calon penumpang yang tidak memiliki tiket harus membelinya.

Ketatnya Penjagaan yang dilakukan terhadap para penumpang, Robbie. A  selaku penanggungg jawab dari Pihak Pelni kepada wartawan ini mengatakan, Ya seperti biasanya, penjagaan dilakukan dengan ketat.

" Ya seperti biasanya, penjagaan dilakukan dengan ketat,  terutama periksaan tiket,  sebab pemerikasaan tiket ada sampai 3 kali sebelum sampai ke dalam kapal, selain itu barang-barang juga tidak bisa masuk kecuali,  telah di setujui oleh pihak Bea cukai, Saat ini kita lebih memprioritaskan kenyamanan panumpang." Ucap Robbie.

Kendati penjagaan katanya di perketat, Namun ternyata masih ada saja penumpang yang masuk dari pintu lainnya, akibatnya sebelum kapal bersandar di dermaga, sudah banyak penumpang terlihat menunggu di pelantar padahal penumpang lain yang melalui jalur pemeriksaan, masih setia menunggu di ruang tunggu.

Namun pantuan media ini,  penumpang yang sebelumnya sudah menunggu di dermaga itu, terlihat seperti di persulit oleh petugas, mereka dilarang masuk dan mengarahkan para penumpang itu, masuk melalui jalurnya yaitu dari pintu masuk yang sebenarnya. Namun  ada yang mengindahkannya dan ada juga tetap diam menunggu belas kasihan dari petugas kiranya ada petugas dipelabuhan itu yang sudi membukakan pintu gerbang buat mereka.

Sebagian ada yang bersabar menunggu, sebahagian ada juga yang mengebu-gebu tidak betah menunggu dan menerobos gerbang pembatas, akibatnya Buruh Pikul (Porter) yang mengangkut barang bawaannya penumpang tersebut, jatuh ke laut. (Ag)

Editor : Agus Budi T