Wednesday, 2 December 2015

Keberatan penasehat hukum, Koh Ko Liang, Ditolak majelis Hakim

Batam, Dinamika Kepri- Kasus dugaan penggelapan uang perusahaan sebesar Rp 36 miliar yang dilakukan oleh Koh Ko Liang selaku Direktur PT EMR Indonesia berwarga negara Singapura ini , pada Selasa (1/12/2015) sidangnya kembali digelar di pengadilan Negri (PN) Batam.

Dalam sidang tersebut, Koh Ko Liang terlihat di dampingi oleh pengacaranya, Andi Wahyudi SH beserta penerjemah bahasanya. Koh Ko Liang  atau terdakwa  yang tidak faham bahasa Indonesia itu, pada sidangnya terlihat pasrah dengan keadaan. sebab dari mulai sidang digelar tidak ada sepatah katapun yang terucap dari bibirnya.

Kata hakim dalam sidangnya, bahwa keberataan atau asepsi yang disampaikan oleh penasehat hukumnya sebagai pertimbangan hukum telah di tolak oleh Majelis Hakim. Bahkan untuk mempercepat agar kasusnya cepat selesai. Hakim juga menjadwalkan sidangnya digelar 2 kali seminggu, yaitu setiap hari Senin dan hari Rabu.

Pantuan media ini selama di bulan November 2015,  Koh Ko Liang  selalu hadir setiap hari selasa untuk disidang, Namun sidangnya kerap ditunda karena tidak ada penerjemah bahasa selalu tidak ada.

Koh Ko Liang ditahan Polisi pada tanggal 15 Agutus 2015 yang lalu. Ia ditangkap polisi setelah Komisarisnya melaporkan dirinya ke polisi  atas tuduhan penggelapan uang perusahaan sebesar Rp 36 Miliar.

Andi Wahyudi SH  selaku kuasa hukumnya Koh Ko Liang, kepada media mengatakan kalau ia sangat prihatin dan menyangkan langkah yang dilakukan oleh komisaris PT EMR Indonesia itu dengan melaporkan direkturnya sendiri ke polisi tampa ada melakukan langkah-langkah penyelesaian dilingkup interen perusahaan. kata dia jika semua pihak perusahaan di indonesia ini melakukan hal yang sama. bisa tutup semua.

" Itu sangat disayangkan, baiknya sebelum ada langkah upaya hukum yang akan dilakukan, biasa itu diselesaikan dahulu secara interen di dalam lingkup perusahan. Itu ada UU nya, namanya UU perusahaan ada 3 butir pasal yang mengaturnya. Ya kalau semuanya main lapor aja, bisa tutup semua perusahaan di indonesia ini." Kata dia.

Selain itu, Ia juga mengatakan bahwa 1 dari 6 orang saksi yang bernama Tan Mei Yen, juga telah ditangkap Polisi dari rumahnya atas tuduhan ikut serta dengan terdakwa, Koh Ko Liang.

PT EMR Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dibidang penampungan Scrap besi, beramat di. Jl Brigjen Katamso Komplek PT EMR Indonesia. Tanjung Uncang, Batam, Kepulauan Riau.(Ag)

Editor : Agus Budi T