Monday, 23 November 2015

Tambang pasir liar bebas dan semakin memprihatinkan, Diduga 2 Instansi di Batam, Ikut bermain



Muat pasir. Tampak alat berat Beko tengah memuat pasir ke dalam Bak mobil lori. Foto Dok : dinamikakepri.com, senin, (23/11/2015).

Batam, Dinamika Kepri - Perusakan lingkungan di Batam terus saja terjadi, ditambah lagi para pejabatnya yang membidangi yang berkopenten di bidang lingkungan itu seperti Bapedalda dan  komisi III Dprd kota Batam, memang kesannya tidak begitu perduli, mereka terkesan tutup mata dan pembiaran.

Bahkan bertahannya aksi tambang pasir liar itu, diduga mereka para pejabat yang dimaksud selain ikut bermain, juga menduga telah mendapatkan upeti rutin bulanan dari para penambang pasir liar tersebut,

Sampai saat ini aksi tambang pasir liar digunung di depan perumahan Cipta Asri, Barelang Tembesi Sayur itu, tetap bebas beroperasi . Terlihat memang, kalau para penambang pasir saat itu, tampak seperti sangat kebal hukum.

Bahkan tidak tanggung-tanggung, satu harinya satu lokasi penambangan pasir bisa menghasilkan ratus kubik pasir dengan harga Rp 800 ribu per lorinya.

Selain itu, peralatan yang digunakan oleh penambang pasir terlihat bukan lagi secara manual yang biasanya memakai cangkul dan ayatan pasir kecil . Pantuan dilapangan, para penampang pasir sudah memakai alat canggih atau berat untuk melancarkan aksinya. seperti Beko dan ayatan pasir ukuran besar seperti tampak pada gambar diatas.


Tampak Mobil lori antri hendak mengisi pasir.

Melihat hal demikian tentunya aksi yang mereka lakukan diduga telah terkordinasi dengan baik dengan para oknum pejabat Pemerintah kota Batam. Logikanya tidak mungkin para penambang pasir liar akan menggunakan alat berat yang harga miliaran rupiah jika tidak terkordinasi baik.

Terkait hal itu, awak media ini juga telah mencoba melakukan confirmasi kepada kepala Bapedalda kota Batam, Ir. Dendi Purnamo. Namun hingga berita dimuat, seperti biasa, Dendi Purnomo bungkam tidak menjawab sama sekali.

Tingginya biaya ekomoni di Batam diduga salah satu faktor yang membuat Para oknum pejabat pemerintah kota Batam harus putar otak mencari penghasilan sampingan, maka dari itu para oknum tersebut berani dan tega melakukan kecurang dengan melegalkan segala bentuk aktifas perusakan lingkungan dengan membiarkan Tambang pasir liar terus merajalela untuk kepentingannya tampa memikirkan dampaknya bagi masyarakat untuk kedepannya. Akibatbya aksi tersebut berjalan mulus tidak ada yang peduli dan dibiarkan tetap berlansung.

Melihat sudah lamanya aksi tambang pasir tersebut beroperasi, diduga kuat jika aksi merusak lingkungan itu telah di beck-up oleh kedua Intansi yaitu seperti oknum pejabat Bapedalda dan oknum pejabat Komisi III Dprd Kota Batam. sebab jika tidak demikian, manalah mungkin aksi tambang pasir liar itu dapat bertahan sampai sekian lama, hingga saat ini.(Ag)

Editor : Agus Budi T