Wednesday, 11 November 2015

Permasalahan proyek gagal Perum Kemenpera 3000 unit Tahun 2006 di Dapur 12, Makin Panas


Tampak beberapa blok Rumah  proyek gagal kemenpera tahun 2006 di dapur 12 Sei Pelungut, Sagalung Batam, terlantar .  foto . 11/11/2015.

Batam, Dinamika Kepri- Sebenarnya, apa yang terjadi sedang di propinsi Kepri, khususnya daerah Batam, saat ini ? menurut para LSM sebanyak 766 kasus yang sudah dilaporkan kepada para penegak hukum di negara ini, namun tidak ada yang ditanggapi oleh penerima laporannya. terkesan tutup mata, pertanyaannya, apakah memang benar, kalau orang-orang di Batam itu kebal hukum?, mungkin itulah pertanyaan yang kerap timbul di hati para masyarakat awam yang ada di Batam. apalagi masyarakat yang kerap tertindas.

Contohnya saja proyek pendirian rumah murah pada tahun 2006 yang direkomendasikan oleh Kementerian perumahan rakyat (Kemenpera) sebanyak 3000 unit di dapur 12 Sei Pelungut, Sagalung Batam. saat ini permasalahannya makin panas, sebab bank yang sudah tunjuk,  tidak semua warga yang menyetujuinya.

Warga juga mengatakan  kalau mereka telah disulitkan dengan adanya birokrasi yang tidak jelas, padahal kata sumber dari BP Batam beberapa waktu lalu menyebutkan , katanya, telah di KPR kan ke bank tertentu, namun sampai saat ini kata masyarakat setempat kepada media , hal itu belum semua warga yang menyetujuinya.

Bahkan pengurusnya yang pertama yang bernama Rustam, kata warga juga, telah digantikan oleh orang lain. Diduga Rustam melakukan pergantian itu, untuk melepaskan diri dan tanggung jawabnya dari jeratan hukum maupun pertanggung jawabannya dari masyarakat.

"Masalah bank itu, Tidak semua warga menyetujuinya. Bahkan pengurusnya yang pertama yang bernama Rustam, juga telah digantikan oleh orang lain." Kata warga kecewa.

Perum Kemenpera yang dibangun hanya beberapa blok itu, pantuan media ini, Rabu (11/11/2015), tampak sebagian tidak terurus, seng atapnya juga terlihat sudah berkarat. selain itu jalan dan drenaise juga tidak terurus. sebab fasilitas jalan, drenaise memang tidak pernah dibangun sama sekali.

Yang paling Ekstreem lagi, kata warga mengeluhkan banyaknya rumah dengan nama-nama yang tumpang tindih menjadi salah satu masalah yang serius. warga mengatakan dalam satu unit rumah di perum kemenpera itu, pemiliknya dapat sampai 3 nama.  Selain itu harga yang ditawawarkan saat ini, juga harga rumah yang sangat mahal, padahal pembangunan rumah itu sudah usai sudah 10 tahun lalu. kenapa bisa dijual dengan harga sekarang yang benar saja, kata warga kecewa.

Ditempat lain seorang warga setempat juga mengatakan, bahwa dalam kurun waktu dekat , lahan yang tersisa dari proyek kemenpera itu, akan dibangun kembali, namun bukan tipe rumah yang sama, melainkan rumah Tipe 36.

Diduga jika para oknum pejabat BP Batam yang pernah ikut menikmati hasil dalam proyek gagal tersebut, telah cuci tangan untuk membersihkan diri, tujuannya agar nantinya tidak tersangkut jika hal tersebut akan diperiksa oleh penegak hukum.

Namun itu tidak bakal terjadi, sebab penegak hukum namapun di bumi ini, diduga tidak akan mampu mengadili oknum pejabat BP yang bersalah. semua orang tahu, BP Batam itu Ibarat Raksasa yang tidak tergoyahkan oleh siapapun. Kendati masyarakat Batam sudah menolak keberadaannya, dengan slogan " Bubarkan BP Batam ", Namun BP Batam tetap bertahan, Walau tidak diinginkan masyarakat Batam, BP Batam tetap eksis  tampa ada rasa malu sedikitpun kepada masyarakat Batam. (Tim)

Editor : Agus Budi T