Sunday, 22 November 2015

Para Pemimpin di Asia Tenggara Deklarasikan Komunitas ASEAN

Jakarta, Dinamika Kepri-Kepala negara ASEAN secara resmi mendeklarasikan terbentuknya Komunitas ASEAN yang akan membuat peluang ekonomi semakin lebar di antara negara anggota. Komunitas ASEAN akan memberikan pergerakan yang lebih bebas bagi perdagangan dan modal di benua berpenduduk 625 juta jiwa dengan nilai ekonomi gabungan mencapai US$2,6 triliun.

Deklarasi Komunitas ASEAN ditandatangani oleh 10 kepala negara anggota di KTT ASEAN Kuala Lumpur, pada Minggu (22/11). Selain ekonomi, dimensi yang termasuk di dalam Komunitas ASEAN adalah politik, keamanan dan sosial budaya.



Dikutip dari Reuters, ekonomi merupakan dimensi yang lebih konkret dalam penjabaran integrasi ASEAN dengan diberlakukannya pasar bebas di ASEAN atau yang dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN, MEA. Salah satu kekhawatiran terbesar adalah daya saing yang tidak seimbang antar negara anggota ASEAN.

Mengatasi hal ini, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia sudah mengidentifikasi produk-produk barang yang dapat bersaing dalam kerangka kerja sama regional ini.  “Tapi harus melihat produk-produk barang tertentu yang bisa kita identifikasi, itu yang kita kembangkan. Saya sudah tugaskan ke menteri untuk mengidentifikasi barang yang kompetitif. Itu yang kita dorong,” kata Jokowi.

Produk domestik bruto, PDB, gabungan negara ASEAN diperkirakan akan meningkat hingga US$4,7 triliun pada tahun 2020. Organisasi negara Asia Tenggara ini sekarang menjadi yang terbesar ketujuh dalam sektor ekonomi dan diperkirakan akan melejit ke posisi keempat dunia pada 2030.

"Dalam praktiknya, kami telah menghapuskan hambatan tarif di antara kita. Sekarang kita memastikan pergerakan yang lebih bebas dan menghilangkan hambatan yang mengganggu pembangunan dan investasi," kata Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Dengan deklarasi ini, negara anggota ASEAN akan menyatukan strategi ekonomi, mengenali kualifikasi profesional negara anggota lain, dan bekerja sama lebih erat dalam hal konsultasi kebijakan finansial dan makroekonomi.

Negara-negara ASEAN juga sepakat meningkatkan konektivitas infrastruktur transportasi dan komunikasi, lebih baik dalam memfasilitasi transaksi elektronik, mengintegrasi industri demi mempromosikan sumber daya regional dan meningkatkan keterlibatan sektor swasta dalam perekonmoian.

Delapan kelompok profesional akan bisa bekerja lebih mudah di kawasan ASEAN dengan terbentuknya komunitas ASEAN, yaitu insinyur, perawat, dokter, dokter gigi, akuntan, petugas survei atau pekerja pariwisata.

Scource : .cnnindonesia.com