Thursday, 19 November 2015

Melalui media sosial Facebook, Penghinaan terhadap Presiden RI, Terus terjadi


Dinamika Kepri- Sepertinya penghinaan dan hujatan bagi presiden RI, Joko Widodo, Tidak pernah berhenti. dimana hal tersebut terlihat di jejaring Facebook (19/11/2015).

Tidak tahu yang yang sedang dipikirkan oleh wanita muda pemilik Acound Facebook (FB) beranisial AM  ini, hingga dirinya mampu dan berani melakukan tindakan yang sangat ekstreem  dengan menampilkan gambar monyet dengan wajah mirip  Presiden RI, serta membagikan Foto editan tersebut ke Group Fesbuker Indonesia untuk diperlihatkan kehalayak ramai dengan tulisan status yang sangat memprihatinkan seperti pada gambar. .(klik gambar untuk melihat)

Padahal  Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sudah mengingatkan dan mengeluarkan surat edaran bernomor SE/6/X/2015 tentang Penanganan Ujaran Kebencian (hate speech), pada 8 Oktober lalu. Dimana surat tersebut bertujuan untuk menindak netizen yang mengutarakan kebencian hingga berpotensi menimbulkan konflik sosial.

Dalam surat edaran tersebut, penegakan hukum atas dugaan terjadinya tindak pidana ujaran kebencian dengan mengacu Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Seperti hukuman empat tahun penjara bagi siapa saja yang menyatakan permusuhan di depan umum, sesuai Pasal 156 KUHP.

Pidana penjara paling lama dua tahun enam bulan untuk cacian yang disebarkan melalui tulisan, sesuai Pasal 157 KUHP. Pidana penjara paling lama sembilan bulan untuk kasus pencemaran nama baik, sesuai Pasal 310 KUHP dan di denda Rp 500 juta.

Pantuan media ini, komentar yang masuk ke FB itu, terus mengalir. Ada dugaan kalau acount tersebut telah dikendalikan orang lain dan bukan unsur kesengajaan dari pemilik aslinya. Pasalnya komentar-komentar yang masuk mengatakan, itu adalah acound Palsu. dan menatang pemilik acount itu untuk berkomentar, namun tidak membalas.

Dalam surat edaran dari Kapolri, Hukuman empat tahun penjara untuk pelaku penyebaran fitnah sesuai dengan Pasal 311 KUHP, dan pencabutan hak-hak berdasarkan pasal 35 No. 13. Bagi yang menyebarkan berita bohong, maka akan dikenakan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar, sesuai Pasal 28 jis. Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sementara itu, setiap orang yang dengan sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis, akan dikenakan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500 juta.(*)

Editor : Admint