Saturday, 14 November 2015

Komposisi Ekstasi dicampur semen, pasir dan bensin ?

Batam, Dinamika Kepri- Ekstasi mempunyai rumus kimia 3-4-Methylene-Dioxy-Methil-Amphetamine (MDMA). XTC mulai bereaksi setelah 20 sampai 60 menit setelah diminum. Efeknya berlangsung maksimum 1 jam. Seluruh tubuh akan terasa melayang.

Kadang-kadang lengan, kaki dan rahang terasa kaku, serta mulut rasanya kering. Pupil mata membesar dan jantung berdegup lebih kencang. Mungkin pula akan timbul rasa mual. Bisa juga pada awalnya timbul kesulitan bernafas,untuk itu diperlukan sedikit udara segar.

Jenis reaksi fisik tersebut biasanya tidak terlalu lama. Selebihnya akan timbul perasaan seolah-olah kita menjadi hebat dalam segala hal dan segala perasaan malu menjadi hilang. Kepala terasa kosong, rileks dan “asyik”.

Dalam keadaan seperti ini, kita merasa membutuhkan teman mengobrol, teman bercermin, dan juga untuk menceritakan hal-hal rahasia. Semua perasaan itu akan berangsur-angsur menghilang dalam waktu 4 sampai 6 jam. Setelah itu kita akan merasa sangat lelah dan tertekan.

Ekstasi merupakan sediaan farmasi berupa obat yang mengandung zat aktif berupa senyawa-senyawa turunan amphetamin yang secara umum bersifat stimulan.

Psikotropika ini biasanya dicampur dengan komposisi alkohol  bensin, vernis, cairan pemantik api, lem, semen, pasir, karet, cairan pembersih, cat rumah sebagai warnanya.

Jenis dan bentuk Ekstasi yang  ada Batam sendiri, yaitu bentuknya seperti: tablet, jenis inilah yang paling banyak beredar disetiap tempat hiburan terutama di dalam Diskotiq.

Adapun jenis Ekstasi yang ditemukan beredar di Batam saat ini yaitu, Pink Love, B29, Apple, Lumba-lumba, Mercy, Doraemon dan banyak masih lagi nama jenis lainnya. katanya, beda tempat beda dosisnya.

Selain itu harganya berfariasi. diduga adanya fariasi harga tergantung dari Dosis obatnyanya. tak jarang , dari sekian banyak pengguna di Batam, kerap ada yang mati akibat over dosis (OD).(*)

Dari berbagai sumber
Editor : Agus Budi T