Saturday, 7 November 2015

Ketahui, Inilah Sejarah Tupperware

Earl Silas Tupper
Dinamika Kepri - Nama "Tupperware" berasal dari nama sang penemu, Earl Silas Tupper, ahli kimia dari Amerika Serikat. Saat ia  berusia 31 tahun mendirikan perusahaan Tupper Plastic Company dan pabrik pertamanya di Farnumsville,Massachussets, USA inilah produk plastik dengan merk Tupper Plastic mulai dijual tahun 1946 melalui toko dan katalog.

Namun penjualan kurang sukses karena keistimewaan produk Tupperware yaitu “SEAL” atau tutupnya yang kedap udara dan kedap cairan ini tidak diketahui konsumen karena tidak ada penjelasan tentang itu. Hingga datanglah Brownie Wise.

Earl Tupper kemudian mengangkatnya sebagai tenaga penjual di perusahaannya. Dia sangat bersemangat dengan mangkuk-mangkuk buatan Tupper dan dia menemukan cara bagaimana menjualnya: pesta rumah/party Tupperware.

Wise berpendapat bahwa kebrilianan Tupperware haruslah dijelaskan pada kaum wanita, didemonstrasikan bagaimana mangkuk itu memelihara kesegaran makanan, bagaimana mangkuk itu ber-“burb” (bunyi khas ketika lidah penutupnya terkunci dengan baik) dan mangkuk-mangkuk itu sendiri tidak dapat berbicara.

Wise melakukan bisnis yang hebat dengan cara menjual Tupperware secara langsung untuk Stanley Home Products dan dia berhasil meyakinkan Tupper untuk memindahkan penjualannya ke pesta-pesta beranda rumah. Walaupun mereka tidak sependapat, Wise menjadi kepala bagian penjualan rumahan pada 1951 dan mulai membangun armada wanita penjual Tupperware. Penjualan langsung adalah jawabannya.

Pada 1954, dan penjualan Tupperware telah mencapai 25 juta dolar AS dan ada 20.000 penjual Tupperware di AS. Sukses dalam menjual membuatnya dipercaya untuk memegang pimpinan tertinggi di bidang marketing di kantor pusat Tupper. Wise menjadi terkenal dan wajahnya terpampang di halaman depan Business Week, wanita pertama yang melakukannya. Dia mengendarai sebuah Cadillac merah jambu yang dihadiahkan oleh Tupper dan memiliki sebuah mansion di Florida yang lengkap dengan burung-burung flamingo.

Kesuksesan Wise mengesalkan Tupper. Dia tidak ingin lampu sorot diarahkan kepadanya. Dia benci lampu sorot kata pembuat film documenter Tupperware, Laurie Kahn Leavitt. “dia ingin lampu sorot diarahkan pada produknya dan dia kesal karena Brownie mengambil semua pujian atas kesuksesan perusahaannya. Toh, dialah yang menemukan wadah kedap udara itu.

Pada 1958, Tupper memecat Wise setelah mereka terus-terusan bertengkar. Walaupun penjualan Tupperware melewati 100 juta dolar AS, Wise pergi dengan uang pisah 35.000 dolar AS saja. Tanpa kepemilikan saham di perusahaan, Wise terpaksa meninggalkan rumah dan mobilnya yang berwarna merah muda. Perusahaan begitu ingin memutus segala hubungan dengan Wise sampai-sampai mereka mengubur semua persediaan buku motivasional Wise, Best Wishes, Brownie Wise, sebuah drama yang dilaporkan dalam film documenter Laurie Kahn Leavitt, Tupperware.

Tupper pada gilirannya menjual perusahaan itu seharga 16 juta dolar AS pada Rexall. (perusahaan ini sekarang memiliki kapitalisasi pasar sebesar 1,75 miliar dolar AS). Tupper pindah ke Florida, kemudian Bermuda, lalu Panama dan akhirnya ke Kosta Rika, di mana dia meninggal pada 1983. Wise wafat pada 1992.

Saat ini ada lebih dari 1,9 juta perwakilan Tupperware di 100 negara. Sebuah pesta Tupperware di mulai disalah satu belahan dunia setiap 2,5 detik. Tupperware mendirikan kios-kios di pusat-pusat belanja untuk memperkenalkan produk-produk tersebut kepada para pelanggan. Bahkan ada pula pesta Tupperware secara online. Tapi, hakikat perusahaan tetap sama. Teori penjualan langsung Wise masih berlaku hari ini. Mangkuk-mangkuk itu tetap tidak tahu bagaimana caranya berbicara.

Sejarah Tupperware di Indonesia.

Tupperware mulai dikenal masyarakat Indonesia sekitar tahun 1978. Namun, nyatanya belum dapat berkembang luas, karena belum memiliki kantor perwakilan dan distributor resmi Tupperware di Indonesia. Sebagai sebuah peluang bisnis yang menjanjikan, Tupperware pernah dilirik beberapa orang. Namun setelah mengetahui cara penjualan yang unik, antara lain dipasarkan melalui pesta/demo Tupperware mereka mundur teratur.

Setelah beberapa kali gagal mencari rekanan, tahun 1990 Kantor Pusat Tupperware dari Orlando AS, datang ke Jakarta untuk menyeleksi tujuh calon rekanan. Diluar dugaan, dari hasil seleksi terpilih Ibu Nafisah Emir yang sebetulnya cuma iseng-iseng saja mengikuti seleksi. Akhirnya pada 11 Juni 1991 diadakanlah pesta Tupperware pertama di Indonesia. Inilah cikal bakal bisnis Tupperware yang begitu hebat di Indonesia.

Dapat dikatakan, tahun ´91-´94 merupakan masa peletakan pondasi bagi Tupperware Indonesia, tahun ´95 perlahan-lahan Tupperware bangkit dan berkembang pesat pada periode berikutnya. Pada saat ini Tupperware Indonesia yang diwakili oleh PT Tupperware Indonesia telah memiliki lebih dari 70 Distributor resmi yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.

Berkembangnya produk Tupperware membuat setiap perwakilan Tupperware di seluruh dunia mengembangkan produk-produknya. Dimulai 2008 mulailah produk Tupperware Malaysia masuk ke negara Indonesia. Disusul dengan penjualan berbagai produk Tupperware dari manca negara. Amerika, Brazil, Korea, Cina, Jepang, Portugal, Israel, Turkey, Vebezuela, Filiphine, Singapore, India, dan dari berbagai negara lainnya. (*)

Editor : Agus Budi T