Saturday, 28 November 2015

Gila, Selama setahun wanita ini telah digilir suami dan mertuanya

Ilustrasi.
Dinamika Kepri-  Oniber Waruwu (18) wanita malang yang hampir setiap malam dirinya dijemputc oleh ibu mertuanya, Yadila Bulolo, dari dalam kamar. Atas perintah suaminya, Yustinus Gulo (17), pengantin baru ini harus ikut ibu mertuanya untuk dibawa ke kamar ayah mertuanya, Elifati Gulo.

Setelah di dalam kamar mertuanya, Waruwu dipaksa melayani nafsu bejat ayah mertuanya . Gilanya lagi, selama Waruwu ‘ditindih’ paksa Elifati Gulo,

Bahkan suami dan ibu mertuanya malah menonton ‘live show’ itu hingga selesai. Setelah tak berdaya karena berjam-jam ‘digitukan’ oleh ayah mertuanya, Waruwu pun lalu diseret suaminya ke kamar dan kembali ‘digitukan’.

Tenyata penderitaan yang di alami Waruwu itu sudah terjadi sejak setahun lalu, sejak ia menjadi menantu di keluarga itu. Menurut sumber di desa tempat keluarga ini tinggal, Desa Desa Batu Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut), saat malam pertama pun yang menggarap Waruwu bukan suaminya, tapi ayah mertuanya.

Karena tak tahan dijadikan sebagai budak seks, Waruwu belakang menolak bila dipaksa suami untuk melayani ayah mertuanya. Ini membuat suami dan kedua mertuanya marah. Waruwu pun disiksa. Ia dipukuli, ditelanjangi lalu diseret keluar rumah. Dalam kondisi tanpa sehelai benang, Waruwu kemudian diikat di pohon kelapa dan dibiarkan hingga semalaman.

Gilanya, selama Waruwu diikat dipohon kelapa, suaminya malah merekamnya menggunakan kamera HP. Entah sengaja atau tidak, video penyiksaan itu kemudian beredar. Polres Tapsel yang mendapat video itu lalu melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap suami binatang itu, Yustinus Gulo. Sementara kedua orang tuanya masih diburu polisi.

Ternyata, motifnya selama ini, korban kerap dijadikan pemuas nafsu mertua laki-lakinya. Mertua perempuan korban kerap menjemput korban dari kamar, lalu masuk ke kamar mertua laki-lakinya untuk berhubungan badan. Kemudian beberapa kali korban menolak untuk berhubungan badan, sehingga sang suami dan kedua mertuanya marah, lalu menyiksa dan menelanjangi korban serta mengikatnya di pohon kelapa yang ada di belakang rumah. (Int)